http://www.berita8.com
">


Remaja Rentan Alami Masalah Kesehatan Reproduksi dan Seksual
Tanggal: Thursday, 20 October 2011
Topik: Narkoba


berita8.com, 20 Oktober 2011

Remaja merupakan pihak yang rentan mengalami permasalahan terkait dengan kesehatan reproduksi dan seksual, sehingga perlu mendapatkan perhatian, kata Kepala Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan Universitas Gadjah Mada Muhadjir Darwin.

"Permasalahan terkait kesehatan reproduksi dan seksual yang mengancam remaja antara lain kehamilan tidak dikehendaki, aborsi, kekerasan, minuman keras, napza, dan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS," katanya di Yogyakarta, Rabu (19/10/2011).

Namun, menurut dia usai pembukaan "Youth Forum" dalam rangkaian "The 6th Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health and Rights" (APCRSHR), kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tidak secara riil dan mengakar mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi remaja.

"Oleh karena itu, berbagai permasalahan yang dihadapi remaja itu perlu dicarikan solusi serta ada pengakuan hak dan kesempatan yang sama pada mereka," kata Ketua Panitia APCRSHR itu.

Duta Besar Belanda untuk RSHR dan HIV, Marijke Wijnsroks mengatakan, forum tersebut cukup penting terkait dengan munculnya kasus-kasus kesehatan reproduksi dan seksual yang melibatkan generasi muda dan remaja seperti HIV/AIDS.

Menurut dia, seiring dengan perkembangan masyarakat, nilai dan norma juga ikut berubah, sehingga peran remaja untuk mendorong adanya perubahan maupun mengakomodasi kepentingan mereka semakin diperlukan.

"Kami berharap para remaja terutama di kawasan Asia Pasifik bisa menjembatani penyelesaian berbagai persoalan tentang kesehatan reproduksi dan seksual maupun pandangan konservatif terkait hal itu," katanya.

Ketua Committee on Population and Development (CPD) Hasan Kleib mengatakan, forum APCRSHR tersebut diharapkan bisa menjadi bahan pada pertemuan CPD pada April 2012.

"Pertemuan CPD itu juga akan membahas keberadaan remaja dan generasi muda," katanya.

Perwakilan remaja dari Bangladesh, Syefa Ahmed mengatakan, terkait persoalan kesehatan reproduksi dan seksual remaja yang dibutuhkan sebenarnya bukan klinik kesehatan baru, tetapi adanya jam-jam tertentu bagi remaja untuk bisa mengemukakan persoalan yang dihadapi.

"Adanya jam-jam tertentu bagi mereka dari pelayanan jasa kesehatan sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi," katanya. (Aef/At)

Sumber: http://www.berita8.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4998