http://www.cenderawasihpos.com
">


269 Orang Terinfeksi IMS, 7 Orang Positif HIV
Tanggal: Thursday, 20 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Cenderawasih Pos, 20 Oktober 2011

JAYAPURA - Sepertinya tak salah kalau Kota Jayapura dinyatakan siaga terhadap HIV–AIDS. Bagaimana tidak, dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan Tim VCT (Voluntary Conseling Testing) dan PKM (Pelayanan Kesehatan Masyarakat) di sejumlah bar dan panti pijat di wilayah Waena, Distrik Heram dan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, ditemukan 269 pekerja bar dan panti pijat terinfeksi penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) dan 7 orang lainnya positif terinfeksi HIV.

“Memang dari hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh Tim VCT dan PKM terhadap bar dan panti pijat di Waena dan Hamadi ditemukan 7 pekerja positif terinfeksi HIV,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Jayapura Petronela Anitu, SKM, MM saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (18/10).

Dikatakan, Tim VCT dan PKM yang terdiri dari lintas sektor diantaranya Puskesmas, KPA, Dinas Tenaga Kerja, Pariwisata dan Dinas Kesehatan, turun setiap tiga bulan sekali untuk memantau kesehatan para pekerja tempat hiburan. Menurutnya pemeriksaan yang pertama kali dilakukan sejak 5 Oktober lalu dan akan berjalan hingga akhir bulan ini, sudah dilakukan pemeriksaan di 25 bar dan panti pijat di wilayah Waena dan Hamadi.

Dari pemeriksaan yang dilakukan itu kata Petronela, ditemukan 7 orang terinfeksi HIV dan 269 orang menderita IMS. Dari 7 karyawan yang terinfeksi HIV itu 5 diantaranya di temukan di wilayah Waena dan 2 diantaranya di Hamadi. “Itu belum termasuk karyawan bar dan panti pijat di wilayah kota serta 5 bar dan panti pijat di Waena sendiri yang juga belum di periksa dan mereka yang sedang pergi berlibur,” paparnya.

Jumlah yang terinfeksi HIV ini sama dengan jumlah yang ditemukan pada pemeriksaan 3 bulan lalu yang juga sebanyak 7 orang. “Ini temuan baru dan kami masih terus melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Melihat kondisi ini Petronela mengharapkan agar pekerja bar dan panti pijat yang sudah positif terinfeksi HIV agar tidak lagi dipekerjakan, sebab harus menjalani perawatan medis sebagaimana diatur dalam Perda HIV yang akan direvisi oleh Pemkot Jayapura.. “Saya juga mengharapkan agar setiap bar dan panti pijat dalam merekrut karyawannya harus melakukan pemeriksaan kesehatan dulu baru diperbolehkan bekerja,” sarannya.

Hal ini menurutnya penting demi kepentingan seluruh masyarakat di Kota Jayapura. Sebab apabila dibiarkan, maka dikhawatikanr akan berdampk luas bahkan tidak menutup kemungkiuann angka HIV di Kota Jayapura akan semakin mengkhawatirkan. “Ini juga sekaligus ancaman bagi pengguna tempat hiburan karena seyogyanya tempat hiburan di kota ini bukan tempat prostitusi,” katanya.

Menyikapi hal itu, Petronela juga menyarankan agar segera dibentuk suatu Pokja yang khusus menangani bar dan panti pijat di masing–masing wilayah di Kota Jayapura dalam rangka perlindungan terhadap masyarakat kota dan karyawan itu sendiri.(ta/nat)

Sumber: http://www.cenderawasihpos.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=4999