http://www.republika.co.id
">


Anak Sekolah Sudah Rentan Terkena Virus HIV-AIDS
Tanggal: Tuesday, 25 October 2011
Topik: HIV/AIDS


REPUBLIKA.CO.ID, 20 Oktober 2011

GIANYAR - Anak usia sekolah sangat rentan terkena penyakit HIV/AIDS, demikian pula dengan kelompok pemakai narkoba rata-rata mengenai anak baru gede itu.

"Berdasarkan data epidemologi di Bali, kasus HIV/AIDS terbanyak menyerang usia produktif 19-25 tahun, demikian juga dengan kelompok pemakai narkoba yang sebagian besar adalah anak usia sekolah," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Gianyar, I Dewa Oka Sedana, saat pembukaan jambore kelompok siswa peduli AIDS dan Narkoba di Balai Budaya Gianyar, Kamis.

Terkait persoalan itu, di Kabupaten Gianyar pada tiap sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK dibentuk KSPAN sejak tahun 2006.

Dan setiap tahunnya digelar jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) yang bertujuan untuk menyamakan visi serta misi, kerja sama dan transformasi informasi antarKSPAN.

Disamping itu kegiatan itu untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas siswa dan KSPAN terutama dalam pencegahan HIV/AIDS.

Wakil Bupati Gianyar, Dewa Made Sutanaya menjelaskan bahwa, Jambore KSPAN merupakan kegiatan yang sangat relevan dalam memerangi HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.

Diharapkan melalui Jambore KSPAN Kabupaten Gianyar menjadi kawasan bebas narkoba dan HIV/AIDS.

Ditambahkan, beberapa waktu lalu KPAD Gianyar meraih penghargaan nasional sebagai KPA berprestasi kategori khusus KPA Mandiri.

Untuk itu, pihaknya memberikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli pada penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Gianyar.

Pemerintah Kabupaten Gianyar saat ini sangat serius dalam memerangi HIV/AIDS dan narkoba. Beberapa sarana pencegahan telah dibangung seperti dua klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing). "Dua klinik itu yakni Klinik Sinta di RSUD Sanjiwani, dan Klinik VCT Dan HR (Harm Reduktion) di Puskesmas Ubud II," jelasnya.

Di klinik VCT Sinta, telah tersedia layanan terapi ARV Antiretroviral (ARV) bagi ODHA sehingga Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak perlu lagi ke RSUD Sanglah sehingga lebih hemat waktu dan biaya.

Selain itu di klinik itu juga disediakan program PMCTC (prevention from Mather to Child Transmission) di setiap puskesmas di Kabupaten Gianyar.

Sumber: http://www.republika.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5000