Diskes Pelalawan Tes Darah Pelacur Lokalisasi 54
Tanggal: Tuesday, 25 October 2011
Topik: Narkoba


Riauterkini, 20 Oktober 2011

PANGKALANKERINCI - Untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS di daerah ini, pada hari Kamis (20/10/11). Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Kesehatan Pelalawan Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) melakukan pengambilan sampel darah terhadap para Pekerja Seks Komersil (PSK) di tempat pelacuran KM 54.

"Ya, tadi kita bersaa rombongan mendatangi lokalisasi KM 54 untuk melakukan pengambilan sampel darah terhadap pekerja seks komersial (PSK) di wilayah tersebut," terang Plt Diskes Pelalawan, Drs Darwis Alkadam, melalui Kabid P2PL, H Asril SKM MKes, Kamis (20/10/11).

Asril menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap penyandang penyakit sosial yang berada di Kabupaten Pelalawan agar terhindar dari virus HIV yang salah satu cara penularannya melalui hubungan seks. Selain di lokalisasi KM 54, sebelumnya juga pihaknya melakukan pengambilan sampel darah di Ukui dan di KM 7.

"Pada awal bulan, sekitar tanggal 3 Oktober, kami juga melakukan pengambilan sampel darah di KM 7. Kemudian tanggal 10 Oktober-nya, kami lakukan lagi pengambilan sampel di daerah Ukui," ungkapnya.

Dalam kegiatan pengambilan sampel di tiga lokasi itu, sambungnya, setidaknya ada 170 PSK yang diambil sampel darahnya dalam kegiatan yang digagas oleh Dinkes Pelalawan melalui bidang P2Pl ini. Dan pada kegiatannya, pihaknya melakukan pengambilan sampel darah melalui Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) ini setiap bulan sekali.

"Kita melakukan pengambilan sampel darah ini sedikitnya satu bulan sekali. Tujuannya selain untuk mengantisipasi, kita juga tak ingin penyakit yang sangat berbahaya itu (AIDS,-red) menyebar di Kabupaten Pelalawan," tandasnya.

Ditanya soal hasil pemeriksaan darah jika didapati ada PSK yang positif terjangkit HIV, Asril menjelaskan bahwa setelah darah diambil maka kemudian pihaknya akan mengirim ke Jakarta. Dari sana nanti, hasil sampel darah itu akan dikirim ke Pekanbaru terlebih dahulu untuk dilakukan cross-chek atas hasil darah tersebut.

"Cross-chek ini sendiri dilakukan sampai tiga kali, karena kita tak ingin men-judge seseorang terkena virus itu sebelum benar-benar terbukti. Nanti hasil pengambilan sampel darah itu akan dikirim ke kita tapi hasilnya tidak bisa disebutkan secara umum," ujarnya.

Dan jika ditemukan ada penderita yang positif HIV/AIDS, lanjutnya, maka pihaknya akan segera mengambil beberapa tindakan. Jika tingkatan penyakitnya belum parah atau masih tingkat rendah maka diusahakan untuk diobati dengan terus melakukan conselling. Tetapi jika sudah tak bisa diobati maka mungkin akan dipulangkan ke daerah asalnya.

"Jika dari hasil lab diketahui darahnya mengandung HIV/AIDS maka penyandangnya akan dikonseling secara intensif. Dan bagi 'yang terkena' maka dia tidak boleh diekspos dan hanya diketahui yang bersangkutan sendiri dan konselornya," tegasnya.

Dikatakannya, terkait penanggulangan penyebaran HIV/AIDS ini, Pemkab Pelalawan terus berkomitmen untuk terus meminimalisirnya. Salah satunya yakni dengan cara pengambilan sampel darah pada lokasi-lokasi yang dianggap rawan sebagai penyebaran HIV/AIDS. Namun pada dasarnya, semua masyarakat pun boleh mengecek darahnya di Klinik VCT yang ada di RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci.

"Tapi untuk mengecek itu, paradigma masyarakat kita kan jika kita mengeck ke klinik VCT maka dianggap kita oarng yang suka jajan," katanya.

Ditambahkannya, namun yang jelas mencegah penularan HIV/AIDS adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Diantaranya yakni menghindari berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan atau sebelum menikah. Selain itu, jangan pernah mendekati narkoba yang dimasukkan ke tubuh dengan cara disuntikkan.

"Soalnya, HIV/AIDS itu ditularkan lewat hubungan seksual atau melalui jarum suntik. Sentuhan antarkulit tidak akan menularkan penyakit ini karena orang dengan HIV/AIDS secara fisik sulit untuk diketahui," tutupnya.***(feb)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5001