http://www.analisadaily.com
">


Bali miliki klinik kesehatan bagi kaum gay
Tanggal: Tuesday, 25 October 2011
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 22 Oktober 2011

Denpasar (ANTARA News) - Bali kini telah memiliki klinik kesehatan seksual khusus bagi kaum gay dan waria yang berlokasi di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, dengan nama Klinik Bali Medika. "Klinik ini menjadi salah satu jawaban bagi kaum gay dan waria yang sulit mendapatkan akses di pusat kesehatan masyarakat umum," kata Penasihat Klinik Bali Medika Prof Dewa Nyoman Wirawan MD MPh, di Denpasar, Sabtu.

Ia tidak memungkiri jika selama ini memang sering pemerintah menyarankan agar mengintegrasikan layanan kesehatan di puskesmas, hanya saja untuk kelompok masyarakat seperti itu tentu tidak mudah mendapatkan akses di sana.

"Saya sarankan supaya membuat klinik khusus bagi kaum lelaki suka sama lelaki itu. Untunglah kawan saya dokter Yogi Prasetia mau mengelola, nanti kami sama-sama lebih melengkapi peralatan yang ada sekarang," ucap akademisi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu.

Yogi, lanjut dia, selama ini telah memiliki pengalaman yang cukup dalam bekerja dengan komunitas transgender.

Ia menyampaikan, layanan yang bisa diperoleh di klinik yang berlokasi di Jalan Kalianget No 3 Kuta itu diantaranya layanan pemeriksaan kesehatan umum (general chek up), uji laboratorium, skrining dan perawatan penyakit menular seksual, "testosteron replacement theraphy", injeksi vitamin B dan vitamin C.

"Termasuk juga layanan konseling secara umum dan mental. Ke depannya juga diarahkan untuk layanan terapi VCT dan ARV. Sejauh ini sudah ada pasien yang datang ke klinik ini, padahal baru dibuka 27 September lalu," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Gaya Dewata Bali Christian Supriyadinata menyambut positif dengan adanya klinik Bali Medika.

"Komunitas gay dan waria tidak banyak yang terbuka. Mereka juga umumnya malu jika ketahuan menyukai sesama jenis sehingga cenderung tidak mau berobat ke puskesmas," kata Christian yang LSM-nya bergerak di bidang penanggulangan resiko penularan IMS, HIV/AIDS bagi kaum lelaki penyuka sesama jenis.

Puskesmas yang ada, ujar dia, belum tentu juga memiliki layanan khusus untuk kelompok transgender.

Data terakhir dari Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali menyebutkan dari tahun 1987 hingga September 2011 terdapat 199 kasus yang ditemukan mengidap HIV/AIDS dari kelompok laki-laki homoseksual. Sebanyak 39 orang mengidap AIDS dan 160 orang lainnya HIV. (ANT)

Sumber: http://www.analisadaily.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5009