http://www.seputar-indonesia.com
">


Jadi Satgas Pertama, Dituntut Lebih Banyak Belajar
Tanggal: Tuesday, 25 October 2011
Topik: Narkoba


Seputar Indonesia, 22 Oktober 2011

Di Kompleks Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) TNI pada April silam sebanyak 167 prajurit TNI berlatih.

Di kompleks yang berada di wilayah perbukitan di Sentul,Bogor,yang belum diresmikan itu mereka ditempa sebelum bertugas di Haiti. Mereka diberangkatkan pada 3 Oktober lalu untuk bergabung dengan pasukan dari negara lain di bawah payung PBB.Mereka merupakan kontingen pertama TNI yang bertugas di negara tersebut. Karenanya,Satgas KIZI TNI Konga XXXII-A/Minustah ini harus belajar banyak dari pasukan negara lain maupun tim Minustah.

Satgas yang dipimpin oleh Komandan Satgas Letkol Czi Winarno ini tidak hanya mendapat bekal pelatihan di Sentul untuk melaksanakan tugas di Haiti.Anggota satgas KIZI TNI Konga XXXIIA/ Minustah,yang terdiri dari 16 perwira,36 bintara,dan 115 tamtama lintas matra,Selasa (18/10) mendapat pembekalan dari Tim Minustah di Haiti. Anggota kontingen wajib mengikutinya karena training berkaitan dengan segala aturan di Minustah,Haiti.

“Ini berkaitan do and don’t (hal yang boleh dan yang tidak),” kata Perwira Penerangan Konga XXXII-A/Minustah Haiti Lettu Czi Rofki Meristika dalam siaran pers kepada SINDOkemarin. Dalam setiap misi perdamaian, pasukan PBB yang tersebar di berbagai belahan bumi dibekali berbagai aturan pelaksanaan.Setiap kontingen harus tunduk pada ketentuan tersebut dan melaksanakannya. Apabila ada tindakan yang keluar dari jalur tersebut,akan mendapat sanksi yang keras dari PBB. Sebenarnya aturan-aturan yang berlaku secara terperinci juga sudah tercantum dalam MoU dan standar operasional prosedur yang diterima Kontingen Garuda XXXIIA/ Minustah.

“Untuk lebih detail,dijelaskan dalam training ini,”ujar Rofki. Pembahasan aturan meliputi berbagai aspek yang berkaitan dengan aturan kemanusiaan dan misi perdamaian dunia.Di antaranya tentang tata cara kerja staf-staf UN Minustah.Ada berbagai staf yaitu staf administrasi dan personel (U1),staf intelijen (U2),staf operasi (U3),staf logistik (U4),planning(U5), communication(U6),maritim operation(U7),engineering section( U8),dan civil military coordination( U9),serta military public information office(MPIO).

Kontingen juga mendapat penjelasan tentang aturan HAM,medical section,hukum perlindungan anak-anak, masalah gender,bahaya HIV/AIDS,serta informasi tentang budaya dan tradisi masyarakat Haiti.“Pelanggaran terhadap aturan-aturan tersebut bisa mengakibatkan anggota yang bersangkutan dipulangkan/repatriasi ke negara asalnya,”sebut dia. Sesuai jadwal,pasukan ini baru akan kembali ke Tanah Air setelah setahun bertugas. Selama waktu itu mereka akan melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan.Tugas ini menjadi tidak mudah karena dalam waktu bersamaan mereka juga harus terlibat menjaga perdamaian karena keamanan di Haiti belum stabil.

Menurut Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, sejak pembentukan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) pada 2007 silam,jumlah prajurit TNI yang terlibat dalam misi perdamaian dunia terus meningkat. Hingga saat ini terdapat 1.827 prajurit TNI yang tengah bertugas di berbagai negara konflik.Peningkatan tersebut juga tak lepas dari penampilan yang diperlihatkan prajurit selama bertugas.

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5011