http://nasional.vivanews.com
">


Penderita Thalassaemia di Cianjur, 50% Balita
Tanggal: Tuesday, 25 October 2011
Topik: Narkoba


VIVANews, 23 Oktober 2011

Belum banyak orang yang mengetahui detail penyakit thalassaemia. Penyakit ini tidak sepopuler penyakit jantung, tapi justru lebih mematikan.

Penyakit ini sama seperti HIV/AIDS yang belum ada obatnya dan belum bisa disembuhkan hingga saat ini. Jumlah pengidap penyakit bawaan ini semakin meningkat selama tiga tahun terakhir di Cianjur.

Dari data Yayasan Thalassaemia Kabupaten Cianjur, penderita penyakit thalassaemia di Kabupaten Cianjur dalam kurun tiga tahun terakhir jumlahnya terus meningkat. Pada 2008, jumlahnya hanya 34 orang, namun pada 2011 meningkat menjadi 128 orang. Dari jumlah ini, 50 persen dipastikan balita. Pertumbuhan penderita penyakit ini meningkat hampir 100 persen tiap tahunnya.

"Yang paling mengkhawatirkan, 50 persen penderita penyakit ini merupakan balita. Di mana jumlahnya 50 persen dari total penderita yang terdata. Memang setiap tahun jumlah penderitanya selalu meningkat. Sepanjang tahun 2008-2011, terdata sebanyak 94 orang warga Cianjur mengidap penyakit thalassaemia," ungkap Dhen S Ruhenda, wakil ketua Yayasan Thalassaemia Kabupaten Cianjur, Minggu 23 Oktober 2011.

Ia menambahakan, wilayah yang paling banyak penderita thalassaemia dari jumlah yang ada saat ini di Kabupaten Cianjur yakni Ciranjang dan Cipanas, sebesar 60 persen atau sebanyak 79 orang. Selebihnya tersebar di berbagai wilayah lainnya. Thalassaemia merupakan penyakit turunan (genetik).

Dhen mengharapkan kepada calon pengantin yang akan menikah untuk memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu. "Tak sedikit calon pengantin tak menyadari jika di antara mereka ada yang membawa gen thalassaemia. Jika tak ada kesadaran memeriksakan diri, dipastikan jumlah penderita thalassaemia di Cianjur akan terus bertambah," ujarnya.

Penderita thalassaemia harus melakukan transfusi darah secara rutin. Sekali transfusi, penderita harus merogoh kocek rata rata antara Rp500.000-800.000. Karenanya, Yayasan Thalassaemia Cianjur bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah PMI Cianjur serta RSUD Kabupaten Cianjur gencar melakukan sosialisasi mengenai penyakit thalassaemia kepada masyarakat terutama para pelajar. (Laporan: Permadhi | Cianjur, art)

Sumber: http://nasional.vivanews.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5014