http://www.equator-news.com
">


Langkah Strategis Menanggulangi HIV/AIDS Hingga 2010, 23 Orang Meninggal
Tanggal: Tuesday, 25 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Equator, 24 Oktober 2011

Ketapang - Tingginya angka pengidap HIV/AIDS di Ketapang, mencapai 116 orang hingga Oktober 2011, membuat para stakeholder terkait terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis pencegahan penularan. Salah satunya seperti yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Ketapang.

“Beberapa kegiatan yang kita lakukan seperti bekerja sama dengan PMI Ketapang melakukan penguatan jejaring pendidik sebaya HIV-AIDS melalui Palang Merah Remaja (PMR) di unit sekolah se-Ketapang,” kata Zulfahmi, Pengelola Program KPA Ketapang.

Selain itu, untuk lebih mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS, KPA Ketapang juga bekerja sama dengan club-club motor dan telah melakukan kesepakatan bersama dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS, khususnya kepada penekanan AD/ART organisasi yang salah satu isinya adalah tidak memakai Narkoba dan melakukan seks bebas.

“Kita juga melakukan penyuluhan Kespro, IMS dan HIV-AIDS bagi guru konseling, tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, OSIS, dan TNI/POLRI,” ungkapnya.

Diakuinya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS tak dapat berjalan dengan maksimal tanpa peran serta seluruh masyarakat, terutama kalangan remaja.

Menurutnya remaja perlu pengawasan dari orang tua, guru maupun lingkungannya. “Bagi remaja tentunya banyak hal positif yang bisa dilakukan daripada menghabiskan waktu dengan berperilaku negatif. Karena masa depan kita ditentukan oleh kita sendiri,” tuturnya.

Terpisah, Project Officer (PO) HIV/AIDS dan IMS Dinas Kesehatan Ketapang, Safarudin, membenarkan jika jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Ketapang terus mengalami peningkatan.

Ia mengungkapkan hingga Oktober 2011 penderita HIV/AIDS di Ketapang mencapai 116 orang. Hingga 2010 tercatat 23 orang di antaranya meninggal dunia. “Pada 2010 lalu penderita HIV/AIDS berjumlah 94 orang. Sedangkan pada 2011 bertambah 22 orang,” katanya kepada Equator.

Dikatakannya beberapa kecamatan di Ketapang yang telah tersebar HIV/AIDS meliputi Kecamatan Simpang Dua, Sandai, Satong, Tayap, Sungai Awan, Delta Pawan. Tuan-tuan, Sungai Melayu Rayak, Sungai Besar, Marau, Manis Mata dan Kecamatan Kendawangan.

“Penderita HIV kebanyakan mereka yang dalam usia produktif antara 25-29. Hingga 2010 jumlah mereka mencapai 57 orang. Terdiri dari laki-laki 33 orang dan perempuan 24 orang,” terangnya.

Meski demikian bukan berarti selain usia produktif tak ada. Ia mencatat ada lima orang penderita HIV berumur di atas 50 tahun dan dua di antaranya meninggal. Bahkan usia balita berumur empat tahun pun ada yang positif mengidap HIV.

“Dari tahun-ke tahun cenderung meningkat. Salah satu kesulitan kita adalah sering keluar masuknya mereka yang rentan terinfeksi virus tersebut. Misalnya di Manis Mata, pada awal pendataan dia kita masukkan. Tapi ketika tiga bulan kemudian dia sudah tidak ada lagi di sana (Manis Mata, red),” pungkasnya. (KiA)

Sumber: http://www.equator-news.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5016