http://www.suarakarya-online.com
">


KABUPAPEN PUNCAK JAYA Pegawai Dinas Luar Akan Dibekali Kondom
Tanggal: Tuesday, 25 October 2011
Topik: Narkoba


Suara Karya, 24 Oktober 2011

JAYAPURA: Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Lukas Enembe, mengatakan, pihaknya berencana mengeluarkan kebijakan resmi, yakni menyertakan kondom saat memberikan surat perintah perjalanan dinas (SPPD) kepada pegawai yang akan melakukan dinas luar.

"Ini salah satu langkah kami untuk mencegah dan memberantas penyakit HIV-AIDS yang penyebarannya sudah sangat membahayakan dan mengancam kehidupan anak cucu kita," katanya kepada koresponden Antara Jayapura di Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Minggu.

Menurut Lukas Enembe, yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Puncak Jaya, kebijakan itu wajar dilakukan mengingat setiap pegawai yang melakukan perjalanan dinas dan mendapat dana sesuai SPPD, tentu mempunyai kelebihan uang yang dikhawatirkan bisa digunakan untuk hal-hal yang bisa membuat dirinya terkena HIV-AIDS.

"Kita berikan saja SPPD plus kondom, terserah mau dipergunakan atau tidak kondomnya. Minimal, ada peringatan dari kita bahwa betapa berbahayanya penyakit AIDS. Sudah banyak warga kita mati," ujarnya tanpa menyebutkan jumlah warganya yang telah terinfeksi.

Lukas Enembe, yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon Gubernur Papua periode 2011-2016 berpasangan dengan Klemen Tinal atau Lukmen, mengatakan, semua pihak di Papua terutama Puncak Jaya juga harus berperan menanggulangi HIV-AIDS, terutama para pegawai negeri.

"Makanya, semua pejabat di sini mulai bupati, wakil bupati, sekretaris daerah hingga kepala dinas dan pegawai, kita masukkan jadi pengurus KPA kabupaten, agar ada rasa tanggung jawab untuk berjalan bersama," katanya.

Dia menambahkan, membicarakan penyebab dan cara penularan penyakit mematikan itu dan melakukan sosialisasi dengan gambar dan lainnya, sudah bukan merupakan hal yang tabu lagi. "Sebab, ini bukan penyakit yang dianggap enteng lagi, tapi sudah banyak membunuh warga Puncak Jaya," katanya.

"Sudah banyak warga kita mati karena penyakit AIDS ini. Gunakan segala cara untuk mencegah dan memberantasnya," ucap Lukas Enembe tanpa menyebutkan jumlah warganya yang sudah terinfeksi HIV-AIDS.

Sementara itu, perwakilan KPA Provinsi Papua Ester Wanda mengaku sangat terbantu dengan sudah terbentuknya KPA di Kabupaten Puncak Jaya. Pasalnya, akan lebih memudahkan koordinasi dalam pemberantasan penyakit itu.

"Kami juga salut dengan apresiasi besar yang ditunjukkan Pak Bupati dan jajarannya di sini. Sungguh, ini harus dicontoh daerah lain di Papua," katanya.

Salah satu pegiat AIDS senior dari KPA Provinsi Papua, dr Gunawan Ingkokusumo, juga mengatakan, apa yang dilakukan oleh Bupati Puncak Jaya adalah gebrakan baru dalam dunia penanganan HIV-AIDS di Indonesia bahkan dunia.

"Sungguh luar biasa apa yang dilakukan Pak Lukas Enembe, pantas dicontoh oleh semua daerah. Apalagi, dia mungkin satu-satunya pemimpin di dunia yang memberi contoh dengan sudah melakukan tes HIV-AIDS sukarela atau VCT (voluntary counseling and testing).

Kabupaten Puncak Jaya adalah salah satu daerah yang terletak di pegunungan Papua. Topografinya yang sulit serta cuaca relatif ekstrem seperti daerah di pegunungan Papua lainnya, membuat daerah ini hanya bisa dijangkau dengan penerbangan perintis pesawat berbadan kecil.

Data terakhir menyebutkan, jumlah warga Papua yang meninggal karena tertular virus HIV-AIDS hingga triwulan pertama, yakni 31 Maret 2011, mencapai 701 orang dari keseluruhan pengidap penyakit mematikan itu yang jumlahnya sebanyak 7.319 orang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang ditandatangani Kadinas Kesehatan Papua drg Josef Rinta Rachdiyatmaka, MKes, per 31 Maret 2011 dilaporkan, dari 701 warga Papua yang meninggal akibat HIV-AIDS, tersebar di Kabupaten Biak Numfor 135 orang, Kabupaten Jayapura 94 orang, dan Kabupaten Jayawijaya 160 orang.

Sedangkan kabupaten lain, Keerom, jumlah warga yang meninggal karena mengidap HIV-AIDS empat orang, Kota Jayapura 27 orang, Mappi 10 orang, Merauke 60 orang, Mimika 106 orang, Nabire 22 orang, Paniai 31 orang, Puncak Jaya 4 orang serta Yapen Waropen 48 orang. (Antara/Dwi Putro AA)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5018