http://www.tempointeraktif.com
">


Petugas Puskesmas Masih Jijik Layani Waria
Tanggal: Wednesday, 26 October 2011
Topik: Narkoba


TEMPO Interaktif, 24 Oktober 2011

Kediri - Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, meminta petugas puskesmas tidak jijik melayani pasien waria pengidap HIV/AIDS. “Memang masih ada petugas yang jijik memeriksa waria, tapi tidak banyak,” kata Nur Munawaroh kepada Tempo, Senin, 24 Oktober 2011.

Menurut Nur, permintaan seperti itu harus terus dilakukannya karena petugas di puskesmas yang banyak berinteraksi langsung dengan para waria. Sikap jijik terhadap waria secara tidak langsung membuat waria enggan memeriksakan kesehatan jika merasa mengidap HIV/AIDS.

Pemantauan kesehatan terhadap waria, kata Nur, sangat penting karena waria termasuk kelompok yang rawan terkena HIV/AIDS. Aktivitas seksual mereka yang bebas menempatkan kalangan ini sejajar dengan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang juga rawan. “Dibutuhkan keberanian petugas kesehatan, terutama di puskesmas, dalam melakukan pendekatan dan pemeriksaan kesehatan para waria,” ujarnya.

Ketua Persatuan Waria Kediri (Perwaka), Ike Pradasari, membenarkan para waria masih mendapatkan sikap diskriminasi, termasuk dalam pelayanan kesehatan.

Ike memaparkan pengalaman buruk saat mengantar salah seorang waria yang terkena HIV/AIDS ke sebuah puskesmas. Waria tersebut tidak mendapatkan perlakuan yang layak meski kondisinya sekarat. Menurut Ike, tak ada satupun petugas yang mau merawat karena merasa jijik menghadapi waria. Akibatnya waria tersebut terpaksa dirawat rekan-rekannya sesama waria hingga akhirnya meninggal dunia.

Meski demikian, Ike tetap meminta waria, terutama yang tergabung dalam Perwaka, yang saat ini beranggotakan 150 orang, tetap memeriksakan kesehatan di puskesmas untuk memudahkan pemantauan penyebaran virus HIV/AIDS.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5020