http://www.analisadaily.com
">


Putuskan Mata Rantai Penularan HIV/AIDS Butuh Peran Aktif Kecamatan
Tanggal: Wednesday, 26 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 24 Oktober 2011

Medan: Menambah wawasan tentang HIV dan AIDS serta menumbuhkan kepedulian serta turut berperan aktif dalam penanggulan maupun pencegahannya, Pemko Medan melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan menggelar acara Revitalisasi Kelompok Kerja (Pokja) HIV dan AIDS Kecamatan se-Kota Medan di Hotel Grand Antares Jalan Sisisngamangaraja Medan, Rabu (19/10).. Acara ini dibuka Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM diwakili Sekda ir Syaiful Bahri. Dalam sambutannya diungkapkan, berdasarkan beberapa catatan, Kota Medan per-Mei 2011 menunjukkan bahwa angka kumulatif HIV telah mencapai 2.560 orang. Angka ini diyakini akan mengalami kenaikan setiap bulannya.

"Seperti halnya di tingkat nasional, kasus di Kota Medan didominasi kelompok usia 20-29 tahun sehingga kelompok ini mulai terinfeksi Virus HIV pada usia remaja," kata Sekda menyampaikan pidato tertulis Walikota.

Jika kondisi ini tidak ditangani secara efektif, jelasnya, dikhawatirkan indicator-indikator Millenium Development Goals (MDG’s), khususnya bidan kesehatan akan sangat sulit dicapai. Untuk itulah diperlukan daya dorong yang memadai seperti melakukan sosialisasi, menyusun strategi dan rencana aksi penanggulangan HIV dan AIDS, menyusun rencana percepatan MDG’s, membentuk kelompok-kelompok kerja yang berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi dan upaya penaggulangan masalah HIV dan AIDS.

Untuk memutus mata rantai penularan, pencegahan serta pengobatan HIV dan AIDS, Sekda mengatakan diperlukan upaya bersama dari Pemko Medan, masyarakat, kalangan pengusaha, organisasi -profesi maupun LSM yang terpadu dan berkesinambungan. Upaya itu bisa dilakukan melalui peningkatan perilaku pola hidup sehat dan religius, ketahanan keluarga, edukasi sedini mungkin kepada kelompok-kelompok yang ada di masyarakat.

"Kecamatan merupakan ujung tombak di masyarakat. Karenanya, peran aktif kecamatan sangatlah diperlukan melalui kelompok kerja kecamatan sangatlah diperlukan. Diharapkan kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS berbasis masyarakat dapat diselenggarakan lebih maksimal," harapnya seraya mengingatkan kepada para peserta untuk mengikuti acara ini dengan sungguh-sungguh.

Sementara itu Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan Drs H Ahmad Radja Nasution MSP selaku ketua panitia dalam laporannya menjelaskan, maksud dan tujuan digelarnya kegiatan ini untuk menambah wawasan peserta tentang pencegahan dan penaggulan HIV/AIDS.

"Di samping itu kegiatan ini juga untuk meningkatkan peran serta pokja HIV/AIDS kecamatan se-Kota medan dalam upaya penaggulangan AIDS. Serta, membangun peran pemangku kepentingan di kecamatan lebih peduli terhadap masalah pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS," ungkap Radja.

Ditambahkannya, kegiatan ini digelar selama tiga hari yakni 19 s/d 21 Oktober. Acara ini diikuti 21 peserta yang merupakanm camat se-Kota Medan. Sebagai nara sumber, pihaknya menghadirkan Kadis Kesehatan kota Medan dr Edwin Effendi, dr Jamaluddin MHA MARS (RSU Haji Medan), KPA Kota Medan, Amri Yahya ST (LSM Galatea), Gita kencana SKM MKes (Family Health International), Melly (Medan Plus) Lukman Hakim Sag (Kementrian Agama Kota Medan) dan Badurani (Forum Komunikasi Peduli AIDS). (maf)

Sumber: http://www.analisadaily.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5021