http://www.bisnis.com
">


2,08% Penduduk jadi pecandu narkoba
Tanggal: Wednesday, 26 October 2011
Topik: Narkoba


Bisnis Indonesia, 24 Oktober 2011

JAKARTA: Korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia meningkat tajam. Prevalensi pengguna narkoba pada 2010 ada sekitar 4,02 juta penduduk atau 2,21%, dan tahun ini naik menjadi 5 juta orang atau 2,08% dari total junmlah penduduk 2011 sebesar 240 juta.

Menurut data pasien di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), dalam 5 tahun terakhir korban penyalahgunaan narkoba meningkat sampai 6 kali lipat. Sebagian besar dari mereka adalah berusia 15-25 tahun.

Sementara itu berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan per Juni 2011, tingkat pengidap HIV/AIDS mencapai 26.483 kasus dari 33 provinsi dan 300 kabupaten/kota. Sedangkan aborsi saat ini diperkirakan mencapai 2,3 juta, dan 15-20% di antaranya dilakukan oleh remaja.

"Fenomena yang menimpa para remaja kita itu cukup memprihatinkan. Sebagai generasi penerus bangsa, dalam pembaharuan dan pembangunan bangsa, generasi muda mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting," kata Ratna Rosita,Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, hari ini di Jakarta.

Dalam Seminar peran neorosains dalam mengembangkan generasi muda, Ratna menuturkan berbagai masalah sosial terjadi pada era modern ini, karena telah terjadi perubahan gaya hidup di kalangan generasi muda. Yaitu adanya kecenderungan perkembangan sikap-sikap hedonistik, yang merupakan pengaruh negatif budaya Barat yang tidak sesuai dengan nilai kearifan bangsa Indonesia.

"Masalah sosial tersebut diantaranya maraknya penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) lainnya, pergaulan bebas, HIV/AIDS, tawuran, premanisme, dan kekerasan sosial," ungkap dalam seminat bertema Mengembangkan generasi muda bangsa berkarakter.

Dia menyebutkan untuk mengantisipasi masalah itu, diperlukan pemahaman untuk pengembangan karakter, termasuk masalah kekerasan di sekolah, perilaku antisosial, dan masalah domestik.

Menurut Ratna, neurosains merupakab suatu kegiatan yang memungkinkan seseorang untuk memahami bagaimana otak bekerja, terutama terkait dengan pikiran, yang memiliki hubungan erat dengan perilaku tertentu, dan emosi yang sangat dipengaruhi faktor keturunan.

"Emosi posotif memiliki efek positif terhadap kesehatan tubuh," ungkapnya.

Neurosains, katanya, sangat penting untuk pemahaman otak dalam kesehatan. Sebab, penanggulangan kesehatan dilakukan secara konfrehensif tidak hanya secara fisik, tapi juga secara mental spritual.

"Upaya kesehatan otak, merupakan investasi SDM, hal ini sangat penting karena berkaitan dengan menyehatkan kemampuan sosial, produktivitas, dan kualitas hidup," tambah Ratna. (sut)

Sumber: http://www.bisnis.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5022