http://www.suarapembaruan.com
">


RRI Turut Berperan dalam Keberhasilan KB
Tanggal: Wednesday, 26 October 2011
Topik: Narkoba


Suara Pembaruan, 25 Oktober 2011

[JAKARTA] Tidak dapat dipungkiri peran media massa sangat penting dalam mensosialisasikan program Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat. Salah satunya adalah Radio Republik Indonesia (RRI) adalah media massa milik pemerintah yang dianggap turut berperan penting dalam menyukseskan program KB selama ini.

Sekretaris Utama (Sestama) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sudibyo Alimoeso mengatakan hal tersebut dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara LPP RRI dengan BKKBN, dan LPP RRI dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Jakarta,Selasa (25/10).

Sudibyo mengatakan, keberhasilan BKKBN dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk Indonesia tidak lepas dari peran RRI. Dengan jaringannya yang luas di seluruh Tanah Air, media massa yang berdiri pada 11 September 1945 ini bisa menyuarakan program-program kependudukan dan KB hingga ke pelosok.

"Bahkan lagu Mars BKKBN bisa dikumandangkan hingga ke pelosok Tanah Air karena dari RRI," kata Sudibyo.

Ia pun berharap, ke depan RRI bisa mengingatkan masyarakat akan pentingnya fungsi keluarga dalam upaya menekan jumlah penduduk yang pertumbuhannya mencapai 1,49% berdasarkan Sensus Penduduk 2010. Terutama, kata dia, di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan, yang masih sulit mengakses informasi. Dengan demikian diharapkan daerah-daerah tersebut tidak ketinggalan dari perkembangan program kependudukan dan KB nasional.

Menurutnya, salah satu fungsi dari keluarga adalah cinta kasih. Jika semua keluarga di Indonesia bisa menerapkan fungsi cinta kasih, maka angka kekerasan terhadap anak dalam keluarha akan menurun drastis. Ia berharap RRI ke depan bisa menyajikan acara, misalnya drama radio, yang berisikan pesan ringan tentang kependudukan dan KB kepada remaja.

Informasi yang benar dan konseling remaja sangat penting membantu mereka memahami kesehatan reproduksi dirinya. Hal ini bisa menolong remaja terhindar dari jebakan menuju seks bebas, narkoba, dan terkena HIV/AIDS.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI Niken Widiastuti mengatakan, RRI konsen, terutama dalam mensosialisasikan empat pilar bangsa, yakni Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semua rakyat Indonesia, kata dia, bisa mengakses informasi melalui RRI di 77 Kabupaten/Kota. Bahkan RRI juga ada 19 daerah perbatasan, dan 11 perwakilan di luar negeri.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat RRI akan mengembangkan kembali program lama, seperti drama radio Butir-Butir Pasir di Laut, yang sasaran ceritanya lebih kepada anak remaja dan keluarga. "Kami harap dengan kerjasama ini, kita bersama-sama membangun bangsa terutama dalam upaya menekan pertumbuhan penduduk dan menciptakan keluarga sejahtera," kata Niken.[D-13]

Sumber: http://www.suarapembaruan.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5037