http://www.kr.co.id
">


DI SOLO RAYA MULAI MENJALAR KE RUMAH TANGGA ; 142 Ibu Rumah Tangga Terkena HIV/A
Tanggal: Wednesday, 26 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Kedaulatan Rakyat, 26 Oktober 2011

SOLO - Virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome), diketahui telah menjalar ke kalangan ibu rumah tangga. Bahkan dalam satu tahun terakhir, sedikitnya 142 ibu rumah tangga di wilayah Solo Raya, terjangkit HIV/AIDS, dan saat ini tengah menjalani pengobatan serta pendampingan.

Temuan keterjangkitan virus mematikan itu di kalangan ibu rumah tangga, ungkap Sekretaris Komite Penanggulangan HIV/AIDS, Harsoyo Waspodo, semula berawal dari ketidaksengajaan ketika para relawan melakukan sosialisasi di kalangan ibu-ibu PKK. Sekitar satu tahun silam, ujarnya menjawab wartawan di sela rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan HIV/AIDS wilayah Solo, Sragen dan Klaten, di RM Ramayana, Selasa (25/10), sejumlah relawan melakukan sosialisasi sekaligus mengajak ibu-ibu melakukan pemeriksaan dini. Tak diduga, dari sejumlah ibu yang tak tergolong berisiko tinggi tersebut beberapa di antaranya telah terjangkiti HIV/AIDS. Bertolak dari prinsip virus HIV/AIDS sebagai fenomena gunung es, sosialisasi di kalangan ibu rumah tangga kian diintensifkan, dan diperoleh kenyataan mencengangkan. Tak menutup kemungkinan, menurut Harsoyo, jumlah keterjangkitan HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga lebih banyak lagi.

Mengkhawatirkan Itu artinya, ancaman virus yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu sudah mencapai titik mengkhawatirkan, Secara kumulatif, jumlah pengidap HIV/AIDS di wilayah Solo Raya mencapai 827 orang, dengan rincian 255 terkena HIV dan selebihnya sudah terserang AIDS. Dari jumlah tersebut, hingga September 2011 ini, 191 orang di antaranya telah meninggal dunia. Sementara, untuk menekan angka keterjangkitan, saat ini sosialisasi dilakukan hingga tingkat Rukun Tetangga, dengan harapan nantinya setiap orang menjadi kader penanggulangan HIV/AIDS, minimal bagi dirinya sendiri.

“Membiasakan diri hidup sehat, terutama tak berganti pasangan ataupun mengonsumsi narkoba, selain memperkuat keimanan, sebagai jalan terbaik menghindari HIV/AIDS,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih, terpisah.

Dia pun mengajak semua elemen masyarakat di wilayah Solo Raya saling berupaya keras menanggulangi HIV/AIDS. Jumlah penderita HIV/AIDS yang tercatat di Solo sebanyak 627 orang itu, menurut Wahyuningsih sebagian besar justru berasal dari wilayah di luar Kota Solo. Rasanya sia-sia, ujarnya, jika upaya penanggulangan hanya dilakukan di Solo, sementara di daerah sekitar cenderung pasif.

Sumber: http://www.kr.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5040