http://www.suarakarya-online.com
">


KPA Solo Bentuk Warga Peduli HIV-AIDS Tingkat RT
Tanggal: Thursday, 27 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Suara Karya, 26 Oktober 2011

SOLO: Komisi Penanggulangan HIV-AIDS (KPA) Kota Solo akan membentuk kelompok warga peduli HIV-AIDS di setiap RT.

Pembentukan warga peduli HIV-AIDS ini mendesak dilakukan mengingat angka kasus HIV-AIDS di Kota Solo dalam kurun waktu 2005 hingga September 2011, mencapai 627 orang pengidap HIV-AIDS. Dari jumlah tersebut, 255 di antaranya pengidap HIV dan 372 positif AIDS. Sedangkan 191 penderita telah meninggal.

"Yang lebih mengkhawatirkan, di Solo saat ini penularannya sudah mulai beralih ke ibu rumah tangga," kata Sekretaris KPA Solo, Harsoyo Soepodo, di sela-sela pertemuan lintas sektoral tiga daerah-Kota Solo, Kabupaten Sragen, dan Klaten-penanggulangan HIV-AIDS di Solo, Selasa (25/10).

Dari jumlah kasus itu, sebanyak 140-an di antaranya merupakan ibu rumah tangga. Tren penularan kepada kaum ibu itu ditemukan sejak tahun lalu. Sebelumnya penularan lebih banyak disebabkan penggunaan narkotika jarum suntik. "Jumlah penderita dari kalangan ibu rumah tangga di Solo terus mengalami peningkatan," katanya.

Untuk itu, KPA mulai menggagas pembentukan kelompok warga peduli AIDS di tingkat RT. Sebab, pendataan dan pengawasan melalui tingkat RT akan lebih mudah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo pada kesempatan yang sama mengatakan, dari jumlah temuan penderita HIV-AIDS di Solo, tidak semua penderita merupakan warga asli Solo. Tetapi, sebagian berasal dari wilayah lain di sekitar Solo. "Jumlah penderita dari Solo sekitar 150-an. Solo merupakan penerima dampak sebagai konsekuensi kota wisata dan kota besar," katanya.

Untuk penanggulangan penularan penyakit ini, dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, bahkan wilayah lain di sekitar Kota Solo. Termasuk di dalamnya adanya penyamaan persepsi mengenai penanganan pecandu narkoba suntik yang juga menjadi penyebab penularan penyakit itu.

Penyakit HIV-AIDS merupakan fenomena gunung es yang terus bertambah setiap tahun. Apalagi, Kota Solo merupakan salah satu daerah yang masuk kategori berisiko tinggi di Indonesia untuk penularan HIV-AIDS. (Endang Kusumastuti)

Sumber: http://www.suarakarya-online.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5044