http://www.poskota.co.id
">


Kependudukan di Indonesia, Jumlah Banyak Kualitas Rendah
Tanggal: Thursday, 27 October 2011
Topik: Narkoba


Pos Kota, 26 Oktober 2011

JAKARTA – Generasi muda Indonesia yang jumlahnya kini sangat besar dinilai memiliki banyak kelemahan karena berkualitas rendah. Saat ini ada 64 juta anak perempuan dan laki-laki yang berumur 10-24 tahun, atau 27 persen dari jumlah penduduk RI yang mencapai 237 juta jiwa.

“Namun, walau jumlahnya besar, para anak muda tersebut memiliki akses yang sangat kecil dan terbatas terhadap informasi dan pendidikan,” kata Jose Ferraris, Representatif Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNFPA), Rabu (26/11).

Ia mengemukakan itu dalam acara Peluncuran laporan The State of World Population, manusia dan berbagai kemungkinan dalam dunia dengan 7 miliar manusia, yang diadakan UNFPA bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta.

Menurut dia, kualitas rendah ditandai pula dengan rendahnya perlindungan kesehatan reproduksi, dan kesehatan seksualitas yang mestinya sangat penting untuk melindungi mereka dari kehamilan yang tidak diinginkan, terutama infeksi HIV/AIDS.

Dikatakan, generasi muda memegang kunci masa depan, dengan potensi untuk mengubah tatanan politik global dan menggerakkan perekonomian, melalui kreativitas dan kapasitas mereka untuk berinovasi.

“Kesempatan untuk menjadikan potensi menjadi nyata itu harus diraih sekarang,” kata Jose Ferraris.

Dia menuturkan pemerintah harus berinvestasi pada kesehatan dan pendidikan para anak muda. “Hal itu akan memberikan hasil yang sangat besar dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi bagi para generasi mendatang,” ujarnya dalam acara Peluncuran laporan The State of World Population, manusia dan berbagai kemungkinan dalam dunia dengan 7 miliar manusia, yang diadakan UNFPA bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sementara itu Adi Bagus Permana, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, menuturkan tantangan kependudukan Indonesia tidak hanya dalam hal jumlah besarnya, tapi juga pada kualitas yang rendah.

“Human development index (HDI) kita berada pada urutan 108 dari total 188 negara di dunia. Untuk itu Indonesia harus bekerja lebih keras, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi, untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia,” ungkapnya. (aby/dms)

Sumber: http://www.poskota.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5046