http://beritasore.com
">


Rumah Singgah HIV/AIDS Terkesan Boros
Tanggal: Thursday, 27 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 27 Oktober 2011

MEDAN: LSM peduli HIV/AIDS, Medan Plus menilai penyediaan Rumah Singgah untuk penderita ibu dan anak yang terinfeksi HIV/AIDS, akan lebih baik dikelola oleh pihak ketiga yang focus pada HIV/AIDS.

Jika pengelolaan Rumah Singga akan tetap ditangani oleh pihak Dinas Kesehatan Sumut, mereka beranggapan hal itu terkesan pemborosan anggaran yang nantinya berdampak pada sarat KKN.

“Dinas Kesehatan Sumut kita harapkan jangan latah, selalu mengikuti yang lain. Nanti anggaran akan habis untuk itu,” ungkap penggiat HIV/AIDS Medan Plus Eban Totonta Kaban, Rabu (26/10).

Menurutnya, penyediaan rumah singgah tersebut akan lebih baik jika dilakukan oleh pihak ketiga yang selama ini menangani permasalahan HIV/AIDS. Sehingga, penangganan ODHA akan lebih fokus.

“Lebih baik apa yang berpotensi itu yang diberdayakan. Alokasikan anggaran pada pihak ketiga menurut saya lebih baik,” ujarnya sembari mengatakan pihak ketiga tersebut tidak hanya Medan Plus.

Meski dengan penunjukkan pihak ketiga tersebut, Dinas Kesehatan dapat memperketat hal-hal yang bersangkutan dengan anggaran rumah singgah tersebut. “Penunjukkan mekanisme pihak ketiga ini yang harus diperketat dan transparan. Sehingga, penggunaan anggaran untuk rumah singgah itu benar-benar digunakan sesuai peruntukkan bagi ODHA yang terlantar di rumah singgah,” pungkasnya.

Sebelumnya Project Officer Global Fund, Andi Ilham Lubis, mengaku kesulitan mencari tempat untuk ibu dan anak penderita HIV/AIDS jika ada kasus. Sehingga perlu disediakan Rumah Singgah untuk penderita HIV/AIDS tersebut.

Kordinator VCT RS H Adam Malik Rahmat Kurniawan bahkan mengatakan rumah singgah memang harus ada di Sumatera Utara. Apalagi, ke depan persoalan ibu HIV positif dan anak HIV positif di Sumatera Utara makin banyak.

“Rumah singgah, sebagai solusi sementara dinilai sangat tepat jika memang ada kasus dimana ibu dan atau anak HIV positif yang tidak mendapat perhatian keluarga,” sebut Rahmat. (don)

Sumber: http://beritasore.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5047