http://www.poskota.co.id
">


Enam Wanita Hamil di Bekasi Positif Tertular HIV/AIDS
Tanggal: Saturday, 29 October 2011
Topik: HIV/AIDS


Pos Kota, 27 Oktober 2011

BEKASI – Enam ibu hamil atau mengandung di Kota Bekasi positif terkena HIV/AIDS. Meski ibu ini positif namun anak yang dikandungnya belum tentu ikut tertular.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi, menemukan kasus HIV/AIDS pada enam ibu hamil ini. Para ibu ini sedang menjalani terapi untuk pencegahan penularan terhadap anaknya yang akan lahir.

Sekretaris KPA Kota Bekasi, Wahyudin, mengatakan temuan kasus HIV/AIDS pada ibu hamil itu terjadi pada periode Januari- Oktober 2011. “Sekarang kami aktif mendampingi mereka,” kata Wahyudin. Keenam wanita hamil yang disembunyikan identitasnya itu juga aktif rawat jalan di salah satu rumah di Kota Bekasi.

Menurut Wahyudin, jika pengobatan bagus maka penularan terhadap anak dapat dicegah. “Saat bersalin dilakukan secara caesar,” katanya.

Mayoritas ibu hamil penderita HIV/AIDS, kata Wahyudin, awalnya tertular dari suaminya yang positif mengidap virus. KPA Kota Bekasi baru menemukan kasus penularan tersebut setelah ibu mengandung itu sudah tertular lama. “Bahkan ada yang tak menyadari,” katanya.

Berdasarkan data KPA Kota Bekasi, angka penderita HIV/AIDS di kota ini tinggi. Selama periode Januari- Oktober, angka penderita mencapai 323 orang. Pada 2005 ada 166 kasus, dan 377 kasus pada 2006, daan 547 kasus pada 2007. “Angka terbaru merupakan hasil penyuluhan tahun ini,” katanya.

Faktor peningkatan penderita AIDS/HIV diduga karena tingginya penggunaan jarum suntik narkoba maupun melalui hubungan sex.”Kebanyakan yang terjangkit usia produktif,” katanya.

Masalah pada penderita, kata Wahyudin, mereka kurang kesadaran untuk memeriksakan diri ke klinik HIV/AIDS.”Pada usia dini, orang biasanya sudah memiliki penghasilan sendiri dan mulai mengenal dunia luar. Bila tidak hati-hati, yang bersangkutan akan mudah terjerumus,” ujarnya.

Selain penyebaran lewat jarun suntik yang digunakan secara bergiliran, penyebaran juga karena hubungan seks bebas. Kemudian faktor perinatal atau bayi terjangkit HIV/AIDS karena kedua orangtuanya telah tertular, homoseksual, transfusi darah, dan biseksual. (dieni/b)

Sumber: http://www.poskota.co.id






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5057