http://www.tribunnews.com
">


Bar-bar Liar dan Wanita Penggoda Menjamur di Bukit Senyum
Tanggal: Saturday, 29 October 2011
Topik: Narkoba


TRIBUNNEWS.COM, 27 Oktober 2011

BATAM - Bukit Senyum adalah salah satu lokasi yang sangat dikenal masyarakat Batam untuk melepas penat dikala siang maupun malam hari.

Letaknya yang sangat strategis, berada pada ketinggian 200 meter dari permukaan laut.

Jika berdiri di kawasan Bukit Senyum, mata dengan bebas menyaksikan sebagian suasana kota Batam, termasuk melihat kemegahan gedung-gedung pencakar langit negara tetangga, Singapura.

Tak kalah menariknya, tanpa bantuan alat penglihatan yang canggih kita juga bisa melihat ratusan kapal berbagai ukuran dari belahan dunia yang melintas di Selat Singapura yang langsung berbatasan dengan kota Batam.

Namun di balik keindahan pemandangan di Bukit Senyum ini, Pemerintah kota Batam dinilai tutup mata terhadap kian menjamurnya bar-bar liar yang menyediakan pekerja seks komersial (PSK).

Jika masyarakat Batam ingin menikmati keindahannya pada malam hari, atau sekadar melepas lelah sehabis bekerja, salah-salah mata tertuju pada kerumunan PSK liar berpenampilan seksi yang akan tersenyum dengan lirikan menggoda.

Bahkan para PSK ini tidak segan-segan menawarkan jasa seks dengan harga miring.

Kian menjamurnya bar-bar liar di Bukit Senyum saat ini, kondisi tersebut sangat membuat masyarakat resah karena berpotensi menimbulkan tindakan kriminalitas, selain dikhawatirkan bisa menyebarkan penyakit HIV/AIDS.

Akibatnya Bukit Senyum yang terkenal dengan keindahan pemandangannya bisa saja hanya tinggal nama, karena masyarakat tak ingin lagi berkunjung karena merasa terganggu dengan banyaknya PSK berkeliaran.

Pantauan tribunnewsbatam di lokasi bar-bar liar yang tersebar di Bukit Senyum ini, satu-persatu lampu kedap-kedip dengan berbagai warna mulai menerangi beberapa bar dengan diiringi musik, mulai dari musik dangdut hingga house musik.

Tidak beberapa lama beberapa wanita perpakaian seksi mulai berdatanggan.

Umumnya wanita ini duduk-duduk sambil menghisap rokok di kursi yang disediakan di depan bar. Merangkak tengah malam lantunan suara musik pun makin kencang terdengar. Kondisi itu terus berlangsung hingga embun malam mulai turun membasahi kawasan di lereng pebukitan tersebut.

Setiap lelaki yang lewat di depannya tidak akan luput dari godaan wanita-wanita tersebut. Bagi lelaki hidung belang yang ingin menikmati seks para wanita ini, rata-rata bar yang tersebar di Bukit Senyum ini sudah menyediakan tempat.

Bahkan tarif hubungan seks dan biaya kamar dibanderol dengan harga yang bervariasi. Umumnya tarif jasa seks para wanita ini berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu plus kamar, tergantung dengan penawaran lelaki hidung belang itu. Jika pandai menawar akan mendapat harga terendah.

"Kok jalan-jalan aja, Mas, nanti nyasar loh. Sama Dini aja duduk sini. Baru datang nih mas, rambut aja masih basah nih. Dalam yuk, Mas," goda Dini kepada tribunnewsbatam malam itu.

Sumber: http://www.tribunnews.com






[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5061