Game Asyik Buka Rahasia Sains Modern
Tanggal: Wednesday, 02 November 2011
Topik: Narkoba


INILAH.COM, 30 Oktober 2011

Jakarta – Para gamer mampu menghabiskan waktu berjam-jam untuk melawan monster mistis, menembak alien atau menyelamatkan putri dari kastil digital. Namun, lambat laut mulai bergeser.

Ilmuwan komputer Adrien Treuille ingin lebih memanfaatkan hobi ini. Ilmuwan dari Carnegie Mellon ini merupakan pencipta game Foldit dan EterRNA yang menempatkan gamer untuk memecahkan teka-teki ilmiah epik.

Tujuan ilmuwan ini adalah, membuat misteri sains yang terdengar sangat membosankan seperti ‘melipat protein’ dan ‘sintesa RNA’ menjadi menyenangkan dan menantang pada gamer.

Hasil yang diperoleh ternyata mengejutkan, seiring dengan gamer yang bermain Foldit dan pemain EteRNA yang jumlahnya mencapai 430 ribu gamer ini terus membuat penemuan yang telah menghindar ilmuwan dan superkomputernya.

Misalnya saja, pada awal bulan ini, gamer Foldit membantu memecahkan teka-teki mengenai protein yang mampu lebih jauh meneliti pada HIV/AIDS. Hasil penelitian ini kemudian diterbitkan dalam jurnal Nature.

Para gamer sadar sedang memecahkan teka-teki sains namun mereka tahu, game yang ada memang menyenangkan. “Salah satu tujuan kami membuat Foldit adalah, membuat protein seperti mainan yang sebenarnya merupakan istilah teknis desain game ini,” kata Treuille.

Game ini harus seperti game yang ingin Anda mainkan, seperti Lego atau Tinkertoy, lanjutnya. “Protein merupakan hal esoterik di mana kebanyakan orang tak mengetahui banyak hal mengenainya namun melalui komputer grafis dan interaksi kami mampu membuat sesuatu yang bisa Anda mainkan, “ paparnya.

Realitas dalam game ini membuatnya bisa dipahami gamer dan membiarkan mereka memecahkan masalah yang luput dari program komputer, paparnya lagi. Untuk bisa mengerti mengapa ini penting, Anda harus memahami sedikit tentang protein yang digambarkan Treuille sebagai blok bangunan kehidupan.

Jika ilmuwan mampu lebih memahami bentuk protein, mereka bisa berbuat lebih banyak untuk membuatnya sendiri di mana hal ini bisa mengarah pada metode baru pencegahan penyakit dan pengobatan.

Namun, mereka butuh bantuan mencari tahu cara menggunakan alat ini. “Kami sedang membuat bahan yang sepenuhnya baru agar kami tahu cara membangun dengan As Gs Cs yang belum kami ketahui,” ungkapnya. Disinilah permainan masuk.

Para gamer pada dasarnya mengajari para ilmuwan dan komputer cara membangun dengan kode genetik dengan mempermainkan bentuk RNA dan protein untuk melihat mana yang mampu bekerja paling baik.

Dalam Foldit, gamer diberi poin untuk membuat protein yang menggunakan jumlah energi paling sedikit. Dalam EteRNA yang diluncurkan awal tahun ini, laboratorium Stanford benar-benar akan menciptakan gambaran urutan yang dibuat dalam game.

“Apa yang sebenarnya kami lakukan adalah memberi tugas sederhana pada para gamer seperti membangun lingkaran atau membangun bintang,” katanya. Ini merupakan tugas yang ada di luar batas sains masa kini, imbuhnya.

“Melalui percobaan and kesalahan dan mampu bermain dengan molekul nyata melalui game computer ini, orang mampu mencari cara memecahkan tugas-tugas ini”. Treuille memiliki harapan tinggi game ini mampu membuka hal baik dalam kemanusiaan dan berdampak pada dunia nyata.

“Orang mampu memecahkan banyak masalah yang lebih kompleks secar online di tepi pengetahuan manusia. Saya rasa kita telah menemukan permukaannya,” katanya. [mdr]

Sumber: http://teknologi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5076