Jabar Peringkat ke-3 Nasional Tingkat Penyalahgunaan Narkoba
Tanggal: Wednesday, 02 November 2011
Topik: Narkoba


Pikiran Rakyat Online, 30 Oktober 2011

BOGOR - Jawa Barat menduduki peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Sumatera Utara terkait tingkat peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini jauh berbeda dengan kondisi dua tahun lalu yang masih menduduki peringkat pertama sebagai wilayah dengan jumlah peredaran dan penyalahgunaan narkoba terbanyak.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang juga sebagai Ketua Umum BNP (Badan Narkotika Provinsi) Jawa Barat dalam acara Kampanye dan dialog interaktif dengan tema Di hatiku Tak Ada Narkoba, di Gedung Kemuning Gading Bogor, Minggu (30/10).

Dikatakan Dede, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat saat telah mengalami penurunan yang signifikan. “Jika dua tahun sebelumnya Jabar menduduki peringkat pertama, kini telah menurun ke peringkat ke tiga, setelah DKI Jakarta dan Sumatra Utara," ujar Dede.

Jika dibandingkan, lanjut Dede, antara anggaran untuk Badan Narkotika Provinsi dan Badan Narkotika Kota dengan perputaran uang yang ada di bisnis ini sangat jauh berbeda. "Anggaran untuk menurunkan tingkat penyalahgunaan dan peredaran narkoba relatif kecil, jika dibandingkan dengan uang yang berputar dari hasil peredaran narkoba yang bisa mencapai trilunan. Bahkan, uang berputar dari hasil peredaran narkoba 20 kali lipat dari APBD Kota Bogor," ungkap Dede.

Dipaparkan Dede, berdasarkan survey yang dilakukan Badan Narkotika Nasional pada tahun 2006 tercatat 6 persen dari jumlah pemuda dan mahasiswa di Indonesia pernah memakai narkoba. Prosentase ini mengalami peningkatan pada tahun 2008 menjadi 8 persen. Kondisi ini, kata Dede, sangat memprihatinkan, terlebih jika melihat data BNN yang menyebutkan ada 40 orang di Indonesia yang meninggal dunia akibat penyalagunaaazn narkoba dan HIV/AIDS.

Diakui Dede, peredaran narkoba di Jawa Barat masih sangat tinggi meski telah mengalami penurunan peringkat. Wilayah Jabar, lanjut Dede, saat ini juga telah disalahgunakan oleh pelaku sebagai tempat memproduksi narkoba dengan tujuan peredarannya masuk ke ibu kota dan daerah lainnya. Seperti yang yang terjadi selama beberapa kali di wilayah Bogor belum lama ini. Lebih lanjut Dede mengatakan konsumsi narkoba tidak hanya masyarakat yang berada di wilayah kota tetapi juga telah merambah ke wilayah pedesaan. (A-155/das)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5077