2.755 Kasus HIV/AIDS Di Medan
Tanggal: Wednesday, 02 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 31 Oktober 2011

MEDAN: Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan, sejak Januari 2006 sampai September 2011, telah ditemukan 2.755 kasus HIV/AIDS di kota ini. Dari jumlah itu, sekitar 43 bayi terinfeksi penyakit yang menakutkan tersebut.

Di samping itu 160 kasus HIV/AIDS ditemukan pada warga binaan pemasyarakatan/nararapidana.“Tentunya ini menjadi keprihatinan kita bersama bahwa perkembangan HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Tidak hanya di ruang terbuka umum tetapi juga di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Dengan pola interaksi yang tinggi antara para napi serta pola pembinaan yang kurang tepat, bukan tidak mungkin lingkungan lapas akan menjadi tempat perkembangbiakan virus HIV/AIDS,” kata Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dalam pidato tertulis dibacakan Staf Ahli Bidang Hukum ketika membuka acara Sosiaisasi Tentang HIV/AIDS kepada staf Lapas (lembaga pemasyarakatan), Rutan (rumah tahanan) dan Polsek se-Kota Medan di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis kemarin.

Dijelaskan, perkembangan penyakit HIV/AIDS beberapa waktu belakangan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Sedangkan upaya-upaya pengobatan dalam kaitan penanganan penyakit mematikan itu masih dicari solusinya. Selama ini apabila positif terjangkit, maka akan berujung pada maut. “Itu sebabnya penyakit ini dikatakan sangat menakutkan.

Karenanya, upaya yang paling memungkinkan dalam upaya penanganan HIV/AIDS adalah upaya pencegahan perkembangannya,” ujarnya. Dijelaskannya, upaya pencegahan itu dapat dilakukan melalui beberapa cara seperti bimbingan teknis, sosialisasi dan konseling bahaya HIV/AIDS.

Upaya pencegahan ini harus dilakukan secara intensif dan menyeluruh meliputi seluruh unsur kehidupan masyarakat seperti melalui sekolah, kantor, organisasi kemasyarakatan, kelompok masyarakat, termasuk lembaga pemasyarakatan.

Diingatkannya, kurangnya pemahaman akan bahaya HIV/AIDS menyebabkan banyak jiwa yang rentan terhadap bahaya penyakit mematikan tersebut. Salah satu lingkungan yang rentan terhadap bahaya maupun penyebaran penyakit HIV/AIDS adalah Lapas.

Sebab, Lapas tempat bagi orang-orang bersalah yang dihukum karena kejahatan diperbuatnya. Mereka itu umumnya beraneka ragam karakter, tingkah laku dan kejahatan yang berbeda-beda seperti pencurian, pembunuhan, perampokan, perjudian maupun penjualan obat-obat terlarang dan narkoba.

Atas dasar itulah, lanjutnya, Pemko Medan melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat menyelenggarakan acara sosialisasi ini. Sebagai apratur yang setiap hari bertugas di lapas, tentunya para staf lapas dituntut untuk lebih memahami faktor penyebab dan pola penyebaran HIV/AIDS, termasuk staf Rutan dan Polsek. Dengan demikian diketahui pola pembinaan dan pencegahan yang dapat diterapkan bagi para tahanan tentang bahaya HIV/AIDS.

Sementara itu Kepala Bagian Administasi Kesejahteraan Rakyat Drs H Ahmad Raja Nasution MAP dalam laporannya mengatakan, maksud digelarnya sosialisasi ini untuk memberikan wawasan tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS secara komprehensif.

“Sedangkan tujuannya untuk tersedianya staf Lapas, Rutan dan Polsek yang dapat berpartisipasi aktif dalam penanggulangan HIV/AIDS, terutama di lingkup kerjanya,” jelas Raja.Ditambahkannya, sosialisasi ini berlangsung selam dua hari yakni 27-28 Oktober yang diikuti sekitar 50 peserta berasal dari staf Lapas, Rutan dan Polsek se-Kota Medan.

Diharapkannya, para peserta yang mengikuti sosialisasi ini bisa menjadi fasilitator sehingga mengetahui pola pembinaan dan pencegahan yang dapat diterapkan bagi para tahanan tentang bahaya HIV/AIDS.Dalam sosialisasi ini, terangnya, pihaknya mendatangkan sejumlah narasumber seperti dr Dumaria Situmorang dari Dokkes Kapolresta Medan, dr Sakti Siregar ( Rutan Tanjung Gusta Medan), Badurani SPsi (Forum Komunikasi AIDS), Amri Yahya (Galatea) serta dr Victor Sidabalok (Lapas Tanjung Gusta). (irh)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5078