Penggerak PKK Dituntut Optimalkan MDGs
Tanggal: Wednesday, 02 November 2011
Topik: Narkoba


CyberNews, 31 Oktober 2011

Semarang: Tim penggerak Pemberdayaan Kesehjateraan Keluarga (PKK) di 35 kabupaten/kota dituntut untuk bisa mengoptimalkan program-program yang terintegrasi dengan delapan tujuan yang dirumuskan dalam Millenium Development Goals (MDGs). Deklarasi MDGs yang menangani sejumlah isu mendasar pembangunan global ini sudah bisa diimplementasikan di level kader PKK hingga tingkatan terkecil.

Ketua TP PKK Jateng Sri Suharti Bibit Waluyo mengungkapkan, dari sejumlah elemen dalam MDGs seperti misalnya penanggulangan kemiskinan dan kelaparan, kader PKK bersama dengan SKPD terkait perlu melakukan upaya-upaya diversifikasi pangan bergizi dan sehat. Selain itu, juga pentingnya membudidayakan konsumsi pangan khususnya yang berbasis sumber daya ikan yang melimpah di Jateng.

''Seluruh tujuan dalam MDGs mulai dari penanggulangan kemiskinan, kelaparan, pendidikan dasar untuk semua, kesetaraan gender harus terus didorong. Dan melalui para kader PKK inilah sosialisasi bisa dilakukan lebih intensif menjangkau hingga level terkecil,'' jelas Sri Suharti saat membuka rakor di Gedung Wanita Jalan Sriwijaya Semarang, Senin (31/10). Hadir dalam acara pembukaan ini Gubernur Bibit Waluyo serta Sekda Hadi Prabowo beserta istri Ayuk Hadi Prabowo.

Dalam MDGs tersebut, lanjut dia, upaya serius juga harus dilakukan khususnya untuk menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria serta penyakit menular lainnya. Hal ini bisa dilakukan salah satu upayanya dengan pencatatan kelahiran dan kematian di tingkat dasawisma hingga cakupan imunisasi lengkap bagi anak.

Peserta orientasi sendiri terdiri dari 70 orang unsur ketua dan wakil ketua TP PKK se-Jateng dan diisi dengan berbagai materi mengenai pengelolaan gerakan PKK, kepemimpinan dan teknik memimpin diskusi. Narasumber yang dihadirkan berasal dari staf ahli TP PKK Jateng serta pembicara soal etiket yakni Eriati Sapto Pratomo yang merupakan PR Suara Merdeka.

Gubernur Bibit Waluyo menegaskan khususnya bagi Ketua TP PKK kabupaten/kota yang baru saja dilantik seperti misalnya Salatiga dan Banjarnegara diminta untuk bekerja dengan baik karena merekalah yang menjadi penggerak sebuah organisasi. Dalam acara ini Ketua TP PKK Kota Salatiga Titik Kirmaningsih juga terlihat nampak hadir dalam pembukaan orientasi tersebut meski diketahui yang bersangkutan masih tengah disandung masalah soal dugaan korupsi dalam proyek Jalan Lingkar Kota Salatiga.

''Butuh sengkuyung, tanpa gaji nyambut gawe untuk kepentingan rakyat, ini kan luar biasa tapi orientasi perlu dilakukan terutama yang baru saja dilantik tulung sing sregep nyambut gawe ojo njuk bar dilantik males-malesan,'' tegas Bibit.

Sumber: http://suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5084