HIV/AIDS Turunkan Kunjungan Wisman ke Kota Batam
Tanggal: Thursday, 03 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 02 November 2011

BATAM: Tingginya kasus HIV/AIDS di Kota Batam, disinyalir menjadi penyebab turunnya tingkat kunjungan wisatan mancanegara ke daerah ini.

"Kami prihatin dengan masalah HIV/AIDS. Untuk itu, kami mewajibkan pengusaha tempat hiburan yang berisiko penyebaran HIV/AIDS di daerah ini untuk memeriksakan pekerjanya secara berkala setiap bulan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri kepada Media Indonesia, Rabu (2/10).

Ia memaparkan pada periode Januari-September, jumlah wisman yang berkunjung di Batam hanya 734.808 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sanma tahun sebelumnya yang mencapai 1,2 juta orang.

Umumnya para wisman yang datang berkunjung ke Batam menghabiskan waktunya di tempat tempat hiburan malam di daerah ini. Karena informasi bahwa pengidap HIV/AIDS banyak di Batam, mereka jadi urung datang berkunjung ke daerah ini.

"Makanya agar masalah HIV/AIDS ini tidak mengganggu sektor lainnya, kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan razia ke tempat-tempat hiburan di Batam. Jika terbukti tidak melakukan pengecekan kesehatan, izinnya kami cabut," tegasnya.

Data dari Komisi Perlindungan AIDS Kota Batam, jumlah penderita HIV/AIDS yang terdata hingga September mencapai 271 orang. Namun jumlah pengidap HIV/AIDS di Batam lebih besar karena banyak penderita penyakit mematikan ini tidak terdata.

Ani salah seorang pemilik panti pijat di kawasan Sei Jodoh mengatakn pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di klinik yang ditunjuk oleh pemerintah daerah itu sifatnya memaksa. Padahal pemasukan dari usaha panti pijat tidak seberapa.

"Sekali periksa Rp50 ribu. Jika diperiksa di tempat ditambah lagi Rp10 ribu per orang. Harusnya gratis. Kami tentu saja keberatan. Masak harus bayar," katanya. (HK/OL-04)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5103