Terpercik Darah Penderita AIDS Tidak Terinfeksi HIV
Tanggal: Thursday, 03 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Tribun Lampung, 02 November 2011

"Terpercik darah orang terinfeksi HIV sudah sering, nggak apa-apa. Dibersihin aja dicuci pakai air mengalir."

Kalimat tersebut diungkap Heny Muharawati, ketika ditanya apakah darah orang terinfeksi HIV dapat menjadi media penularan virus. Menurutnya virus itu menular ketika ada proses enter, benda yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh.

AIDS tertulat melalui hubungan seks berisiko, dan penggunaan jarum suntik tidak steril secara begantian, khususnya pengguna narkotika. "Jadi, penularannya tidak segampang yang dipikirkan," ungkap koordinator Klinik Voluntary Counceling and Testing (VCT) RSUDAM tersebut, Rabu (2/11).

Sebagai perawat senior, pengalamannya dalam berhadapan dengan orang terinfeksi HIV (OTH) tidak diragukan lagi. Stigma hidup berdampingan membuat OTH mudah tertular itu terbantahkan olehnya.

Heny sudah melibatkan diri dalam penanganan pasien HIV/AIDS sejak 2005 silam. Tidak hanya berhadapan langsung, terpercik darahnya pun tidak cuma sekali atau dua kali saja.

"Terpercik darah orang terinfeksi HIV sudah sering, nggak apa-apa. Dibersihin aja dicuci pakai air mengalir," ungkapnya. "Buktinya, sampai sekarang saya baik-baik saja," tambahnya. Mungkin, bagi orang awam merasa ngeri dan takut.

Sehingga tidak akan bertindak seperti Heny. Akan tetapi, menurut Heny, orang yang berstigma seperti itu adalah mereka yang tidak paham soal HIV. Tidak semua OTH itu terinfeksi lantaran menjalani hidupnya dengan tidak benar, seperti seks bebas.

Ada beberapa orang yang terinfeksi padahal tidak melakukan seks berisiko, misal ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya. "Mereka adalah korban," ujar Heny. (didik)

Sumber: http://lampung.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5104