Jumlah Bayi Tertular HIV-AIDS Meningkat
Tanggal: Monday, 07 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Pikiran Rakyat, 03 November 2011

SUBANG - Di Kabupaten Subang tren bayi tertular HIV-AIDS dari ibunya mengalami peningkatan siginifikan. Sejak kasus HIV-AIDS ditemukan di Subang tahun 1999 silam, jumlah anak yang teriveksi virus meatikan itu tealah tercatat 12 orang. Jumlah tersebut kemungkinan tiga kali lebih banyak karena belum semua bayi yang terinvekasi HIV-AIDS terdekteksi oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) atau pihak-pihak terkait lainnya.

“Proses kelahiran alamiah memiliki potensi 30% penularan HIV-AIDS dari ibu ke anak. Potensi 30% penularan lainnya sejak bayi itu berada dalam kandungan, dan 30% lagi melalui pemberan ASI,” ujar salah seorang aktivis KPA Kab. Subang, Ririe Purwitasari.

Ririe Purwitasari mengatakan, dengan penanganan yang baik dan kerja sama orangtua serta semua pihak terkait, angka penularan HIV-AIDS pada anak memang bisa diturunkan. Namun untuk mencapai hal itu perlu usaha keras dari semua pihak. Namun, kenyataannya banyak ibu-ibu tidak menyadari kalau dirinya mengidap HIV-AIDS. Akibat hal itu, mereka membiarkan dirinya berbadan dua, bahkan hingga bayi yang dikandungnya terlahir ke dunia.

Menurut Ririe, ibu hamil dengan HIV/AIDS perlu penanganan yang baik dalam menghadapi persalinan. Mereka jangan ditekan baik berupa pengusiran, penghinaan, atau bentuk penganiayaan lainnya. Mereka butuh persiapan. Bahkan dengan HIV-AIDS di tubuhnya, sang ibu tersebut membutuhkan persiapan lebih di banding ibu-ibu yang sehat.

Ririe mengaku khawatir jumlah anak terivnsi HIV-AIDS di Kabupaten Subang akan terus bertambah. Sebab berdasarkan hasil survei pihak KPA Subang, ibu rmah tangga (IRT) yang positif mengidap HIV-AIDS jumlahnya telah mencapai 57 orang. “Mereka rentan hamil dan bayinya rentan terlular virus yang belum ada obatnya itu,” kata Ririe. (A-106/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5115