Gangguan Gizi Penderita AIDS
Tanggal: Monday, 07 November 2011
Topik: Narkoba


TRIBUNMANADO.CO.ID, 04 November 2011

MEDAN - Banyak penderita HIV/AIDS mengalami gangguan pada gizi yang diakibatkan oleh adanya infeksi yang dialami penderita penyakit tersebut.

"Permasalahan HIV/AIDS di Sumatra Utara merupakan permasalahan yang kompleks. Paling banyak penderita HIV mengalami gangguan pada gizi yang terjadi karena adanya infeksi," kata Ketua Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI) Sumatra Utara, DR dr Umar Zein di Medan, Selasa (1/11/2011).

Ia juga mengatakan penegakan diagnosa tuberkulosis (TBC) terhadap anak penderita HIV di Sumut khususnya di Kota Medan belum maksimal. Misalnya ada seorang anak yang batuk berkepanjangan selama 3 minggu berturut-turut.

Saat dibawa untuk diperiksa dan menjalani perawatan di rumah sakit, petugas medis spesialis anak hanya menjelaskan bahwa pasien tersebut hanya mengalami batuk biasa.

Namun, saat dibawa dokter spesialis, diketahui bahwa bocah tersebut menderita HIV dan positif mengidap penyakit TB sebagai infeksi opurtunistik atau penyakit penyertanya.

"Pada umumnya, jika penderita HIV mengalami gangguan kesehatan seperti batuk, yang paling dominan untuk melakukan penegakan diagnosanya seperti photo thorax, gejala klinisnya seperti batuk lebih dari dua minggu dan gizinya, ini sudah mewakili," katanya.

Ia hanya berharap, kepada seluruh tim medis rumah sakit, menemukan penderita HIV yang mengalami penyakit penyerta, agar menangani pasien tersebut dengan membentuk tim.

"Untuk tim yang menegakkan diagnosa TB bagi penderita HIV, biasanya penegakan diagnosa dilakukan oleh dokter spesialis paru, bagian gizi, dan dokter spesialis penyakit dalam juga bisa," katanya. (Sumber: Sehatnews.com)

Sumber: http://manado.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5120