BNP2TKI Kampanye Anti HIV-AIDS
Tanggal: Monday, 07 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Pikiran Rakyat, 04 November 2011

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat mengajak jajarannya di BNP2TKI baik pusat serta daerah, berikut para TKI dan calon TKI untuk aktif mengampanyekan komitmen penanggulangan dan pencegahan anti penularan HIV-AIDS khususnya pada kehidupan TKI.

Demikian dikemukakan Jumhur saat memimpin apel "Pencanangan dan Penanggulangan Bahaya HIV-AIDS pada TKI", di Lapangan Pudak Payung, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/11). Apel diikuti sekitar 500 calon TKI yang akan bekerja di luar negeri. Hadir pada kesempatan itu pejabat kantor BNP2TKI dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) se-Indonesia.

Acara tersebut diadakan oleh BP3TKI Semarang dalam rangka menyongsong peringatan Hari AIDSi se-Dunia yang akan jatuh pada 1 Desember 2011, dengan tema yang juga khusus yaitu, "Say No HIV-AIDS for Migrant Workers".

Dikatakan, keberadaan TKI yang ada di luar negeri dipandang rentan terhadap bahaya penularan HIV AIDS, karena selain merupakan kelompok cukup besar yang tersebar di berbagai negara, TKI juga tergolong warga negara yang acap bepergian ke luar negeri.

"Jadi, fakta bahwa TKI sering ke luar negeri dan bergaul dengan macam-macam orang, maka kenyataan itu dapat membuat TKI bisa rentan dengan adanya bahaya HIV-AIDS," jelas Jumhur.

Menurutnya, setiap calon TKI dan TKI harus peka oleh adanya bahaya penyakit AIDS, yang terjadi melalui penularan virus mematikan jenis HIV utamanya dalam hubungan intim antarjenis yang tidak bertanggungjawab.

"Meski memang, penularan juga bisa dilakukan di luar itu, seperti lewat jarum suntik penderita Hiv Aids pengguna narkoba yang digunakan bergantian," katanya. Karena itu, tambah Jumhur, apabila TKI tertular HIV-AIDS jelas hal itu tidak diharapkan siapapun di samping merugikan kelangsungan hidup para TKI.

Jumhur mengatakan, untuk menghindari bahaya penularan HIV Aids di luar negeri, TKI tidak boleh bergaul sembarangan alias melakukan seks bebas dengan siapa saja yang diinginkan.

"Semuanya bergantung kita, kalo ingin menghindari bahaya Hiv Aids maka TKI jangan meletakkan diri dalam lingkungan yang dapat menularkan penyakit tersebut," ujar Jumhur.

Pada kesempatan itu, Jumhur juga mengajak aparat BNP2TKI, pemerintah daera, dan pelaku penempatan TKI untuk lebih serius mengupayakan pencegahan serta upaya penanggulangan bahaya HIV-AIDS pada TKI, sehingga kualitas penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri dapat diwujudkan secara bermartabat.

"BNP2TKI dan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) harus aktif pula memberi penyuluhan tata cara pencegahan HIV AIDS, juga terus menerus memperkaya pengetahuan berupa informasi terkait kampanye anti HIV AIDS ini demi kepedulian pada TKI," katanya.

Jumhur mengaku, bentuk pencegahan penularan HIV salah satunya telah dilakukan BNP2TKI bekerjasama dengan Sarana Kesehatan (Sarkes) dengan memeriksa kesehatan calon TKI yang memadai saat akan bekerja di luar negeri, untuk menyatakan TKI benar-benar sehat dan tidak unfit. (A-78/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5123