Pungut Sumbangan Pengurus PPTI Badung Berdalih Krisis Anggaran
Tanggal: Monday, 07 November 2011
Topik: Narkoba


Bali Post, 05 November 2011

Mangunpura - Dana dari Pemkab Badung yang dikucurkan ke Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Badung terbilang jauh dari memadai untuk melaksanakan program-program yang telah dicanangkan. Oleh karenanya, PPTI Cabang Badung juga mengelola dana yang berasal dari donatur melalui pembayaran rekening air dan listrik.

Hal itu diungkapkan Ketua PPTI Cabang Badung I Made Sudiana, Jumat (4/11) kemarin. Dijelaskannya, PPTI Cabang Badung pada 2011, hanya mengelola dana Rp 380 juta. Dana tersebut berasal dari bantuan Pemkab Badung sekitar Rp 250 juta dan kontribusi lainnya dari sumbangan masyarakat melalui pembayaran rekening air dan listrik Rp 130 juta. Dengan dana tersebut, lanjut Sudiana, kondisi PPTI masih terseok-seok. Contohnya, petugas lapangan PPTI Cabang Badung terpaksa dibayar di bawah ketentuan UMK, padahal risikonya sangat besar. Namun, pihaknya berdalih tetap berupaya maksimal dan profesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya ke depan.

"Wajar jika kami dikritik. Kami berterima kasih atas perhatiannya, tetapi seperti yang saya paparkan tadi, itulah kondisi riil PPTI. Saya siap mempertanggungjawabkan," ujar Sudiana.

Dijelaskannya, tugas PPTI sebenarnya sangat berat. Sudiana mengilustrasikan, tuberkulosis (TBC) lebih ganas dari HIV/AIDS karena penyembuhan TBC tidak mudah. Proses penyembuhan penyakit mematikan ini tak boleh setengah-setengah. Pengobatan harus dilakukan secara rutin selama enam bulan jika tidak ingin penyakit ini kebal terhadap pengobatan. Yang cukup merepotkan, penderita juga berupaya menyembunyikan identitasnya agar tidak diketahui orang lain sebagai pengidap TBC.

Sudiana yang juga anggota Komisi B DPRD Badung ini kembali menegaskan, dalam rangka pemberantasan TBC itulah, PPTI Cabang Badung perlu menerapkan manajemen profesional, yang implikasinya kembali ke masalah finansial. Makanya, Sudiana berharap dukungan finansial yang memadai dari Pemkab Badung dapat diwujudkan.

Sebelumnya, PPTI Cabang Badung mendapat kritikan tajam dari anggota DPRD Badung. PPTI Cabang Badung dinilai telah mengantongi dana cukup besar dari APBD, sehingga tak seharusnya menarik sumbangan dari masyarakat apalagi melalui sistem yang kesannya memaksa. Apalagi, kinerja PPTI Cabang Badung juga dinilai kurang terlihat. (kmb25)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5133