Anak HIV Tinggal di Lumbung Padi
Tanggal: Tuesday, 08 November 2011
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, 07 November 2011

KETAPANG - Dugaan diskriminasi oleh keluarga terhadap anak pengidap HIV/AIDS dialami Asa (bukan nama sebenarnya). Anak lelaki yatim piatu, siswa kelas III SD di Kabupaten Ketapang, diduga sengaka dikucilkan paman dan bibinya.

Dia ditempatkan di pondok bekas lumbung padi di belakang rumah. Kondisi Asa sekarang sering sakit-sakitan, bobotnya hanya 11 kilogram di usia 10 tahun.

Tribun berkunjung ke pondok mungil Asa berukuran 4x6 meter, Kamis (3/11/2011) sekitar pukul 16.30 WIB. Di pondok beratap daun nipah dan berdinding kayu itulah, Asa tinggal bersama kakek dan neneknya. Pondok tersebut sebelumnya adalah lumbung padi.

Jangan berharap duduk di kursi empuk saat berkunjung ke pondok tersebut. Hanya ada tikar yang diamparkan untuk tamu duduk melantai. Di bagian tengah pondok terdapat satu kamar tidur tanpa pintu. Pada bagian belakang ada dapur mungil dengan perabotan memasak yang sudah usang.

Dua tahun lalu, Asa tinggal bersama paman dan bibinya di rumah laik tinggal, jaraknya beberapa meter di depan pondok tersebut. Namun, ketika diketahui mengidap HIV, dia diasingkan ke pondok mungil tersebut.

Nenek dan kakeknyalah yang tetap merawat Asa hingga kini. Ketika malam, Asa tidur sendiri di ruang tamu. Sesekali neneknya melihat jika dia terjaga dari tidur. Belakangan ini kondisi Asa semakin memburuk, dia terus terusan batuk, berat badannya sekarang hanya 11 kilogram.

Dua bulan lalu, berat badannya masih sekitar 14 kilogram. "Sekarang malah kurus, sudah dua bulan tak lagi sekolah dan ngaji, soalnya tak bisa apa apa," tutur nenek Asa.

Sumber: http://pontianak.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5139