2 Penderita AIDS Meninggal Kepala P2P: Kasus Bisa lebih Banyak
Tanggal: Wednesday, 09 November 2011
Topik: Narkoba


Padang Ekspres, 08 November 2011

Dharmasraya — Satu orang penderita HIV/AIDS meninggal di Dharmasraya di Juli 2011. Dengan demikian, dalam enam tahun terakhir dua orang penderita HIV/AIDS meninggal dunia.

Dalam 2006 lalu, seorang penderita HIV/AIDS juga meninggal dunia. Secara keseluruhan dalam delapan tahun terkahir atau sejak tahun 2004 hingga 2011 penderita HIV/AIDS yang terdeteksi melalui screening ada 17 kasus. Dua penderita meninggal dunia.

Hal itu dijelaskan Dinas Kesehatan Yasril didampingi Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Yusrizal kepada Padang Ekspres kemarin.

“Kasus HIV/AIDS ibarat gunung es, cuma tampak bagian puncaknya saja. Namun, kita prediksikan, kasusnya lebih dari yang berhasil di-screening dan bisa menimpa siapa saja. Di samping itu masih banyak keluarga penderita yang menyembunyikan kasus HIV/AIDS tersebut. Mereka beranggapan itu adalah aib yang harus disembunyikan,”jelas Yasril.

Hal itu disebabkan sebagian besar masyarakat masih beranggapan, jika penderita HIV/AIDS adalah orang yang “bermasalah”. Padahal, tidak semua penderita HIV/AIDS orang nakal. Bayi pun ada yang terkena HIV/AIDS.

Untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar tidak mengucilkan atau memusuhi penderita HIV/AIDS. Di samping itu untuk meminimalkan kasus HIV/AIDS, Dinas Kesehatan gencar melakukan penyuluhan atau sosialisasi pengaruh buruk HIV/AIDS ke sekolah-sekolah dan masyarakat umum.

Pekerja Kafe akan Di-screening

Jika tidak ada halangan, pada 10 November lusa, Dinas Kesehatan akan mendatangi kafe-kafe guna melakukan screening atau tes darah terhadap pekerja-pekerja kafe. “Tes tersebut kita lakukan untuk mengetahui apa ada pekerja kafe yang teridentifikasi HIV/AIDS.

Jika dari awal kita tahu ada pekerja kafe yang teridentifikasi HIV/AIDS, maka akan bisa semakin cepat dilakukan penanganan. Disamping itu pekerja salon dan pangkas rambut tradisional juga akan diberi penyuluhan, terutama dalam pola kerja, seperti pemakaian pisau cukur, karena pisau cukur juga bisa menularkan HIV/AIDS, jika dipakai oleh penderita HIV/AIDS sebelumnya,” tegasnya. (*)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5145