Pengidap HIV/AIDS di Kupang Meningkat
Tanggal: Wednesday, 09 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 08 November 2011

KUPANG: Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Kupang, Bastian Benufinit mengatakan jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Kupang mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 296 orang per September 2011, kini menjadi 303 orang per 31 Oktober.

Peningkatan jumlah tersebut disebabkan makin banyaknya warga terutama bagi kelompok rentan yang ada di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut memeriksakan diri ke klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) yang ada di daerah itu, kata Benufinit.

"Karena kondisi itulah maka bisa diketahui jumlah yang pasti terkait angka pengidap karena hasil pemeriksaan medis," kata Benufinit, Selasa (8/11).

Ia menyebutkan, jumlah klinik VCT yang ada di Kota Kupang berjumlah empat unit yang masing masing berada di RSU Prof WZ Johannes Kupang, RST Wira Sakti Kupang, RS Bhayangkara Kupang serta Klinik VCT Venesia di Yayasan Tanpa Batas (YTB) Kota Kupang.

Menurutnya, pelaksanaan pemeriksaan VCT yang dilakukan di masing klinik, dilakukan secara gratis dan tertutup, untuk menghindari perasaan malu dan takut dari warga yang diperiksa.

Benufinit mengatakan, dari jumlah 303 orang pengidap tersebut, yang tergolong HIV berjumlah 221 dengan komposisi laki-laki 120 orang, perempuan 101 orang dan Aids berjumlah 82 orang dengan komposisi laki-laki 62 orang dan perempuan berjumlah 20 orang.

Jumlah pengidap HIV/Aids sebanyak 303 itu, dari komposisi usia, kata dia, terbanyak pada jenjang usia 26 hingga 30 tahun dengan jumlah pengidap 80 orang, menyusul berturut-turut golongan usia 31 hingga 35 tahun 63 orang, usia 21 hingga 25 tahun 55 orang, 36 hingga 40 tahun berjumlah 31 orang serta kelompok usia 46 hingga 50 tahun berjumlah 15 orang.

Sementara untuk kelompok usia nol hingga lima tahun juga memiliki jumlah banyak yaitu 14 orang, kelompok usia 16 hingga 20 tahun berjumlah 16 orang, 51 hingga 55 tahun delapan orang serta usia 56 tahun ke atas berjumlah tiga orang pengidap.

Dia mengatakan, angka ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga penting bagi semua pihak untuk mengambil sejumlah langkah bersama untuk tindakan preventif dan terus berlaku represif, agar kemungkinan laju penyebarannya bisa secara perlahan ditekan. (Ant/OL-04)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5148