Johnson Tidak Menyesal Cepat Pensiun
Tanggal: Wednesday, 09 November 2011
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 09 November 2011

Los Angeles: Magic Johnson mengatakan kalau dia mungkin mengakhiri karir NBA dia terlalu cepat setelah didiagnosa mengidap HIV, namun tidak menyesal telah meninggalkan olahraga tersebut.

"Saat itu, itu adalah keputusan yang tepat," kata mantan pemain Los Angeles Lakers tersebut, Selasa (8/11) WIB, dalam perayaan 20 tahun pensiunnya. "Jika saya tahu apa yang saya ketahui hari ini, bahwa saya masih dapat bermain basket dan melakukan hal yang saya sukai, saya mungkin tidak akan pensiun."

"Namun saya adalah pria yang tidak melakukan penyesalan. Saya tidak melihat ke belakang. Saya bahagia sebab saya ingin berada di sana untuk waktu yang lama. Kami membuat keputusan yang tepat saat itu."

Peraih gelar pemain terbaik NBA sebanyak tiga kali itu mendapat penghormatan dalam acara makan siang di Staples Arena, yang juga dihadiri oleh mantan pemain besar Lakers, seperti Michael Cooper, James Worhy, dan Jerry West, serta politisi dan selebritis.

Johnson telah menjadi pendukung gerakan kepedulian terhadap HIV/AIDS dan telah melakukan pengujian sejak ia pensiun.

Saat ini ia meminum 15 pil setiap hari, Johnson berharap ia bisa mendapatkan lebih sedikit pengobatan harian.

Worthy mengatakan kalau ia telah belajar banyak dengan melihat Johnson memelihara kesehatannya, dan mengedukasi orang lain tentang HIV/AIDS.

Johnson masuk dalam tim NBA all-star sebanyak 12 kali, dan tampil dalam sembilan final NBA. Ia adalah pemegang rekor pengumpan (assist) per pertandingan, dengan rata-rata 11,2. Ia juga memenangi medali emas bersama tim Amerika Serikat pada Olimpiade 1992. (Ant/AFP)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5155