Vonis HIV-AIDS Buat Aku Takut Mati Muda
Tanggal: Thursday, 10 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Jawaban.com, 09 November 2011

Hengky kecil sering melihat ibunya menangis. Ayahnya menikah lagi dan sering berlaku tidak adil kepadanya dan Ibunya. Bahkan suatu ketika kemarahan Hengky memuncak sehingga dia berniat membunuh Ayahnya dengan sebilah pisau namun dengan lembut ibunya menahan niat putranya itu.

Kurangnya kasih sayang dari sang ayah membuat Hengky menjadi anak pemberontak dan keras kepala. Semua yang diinginkannya harus dipenuhi oleh ibunya.

Hengky tidak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam keluarganya rasa iri selalu timbul dalam dirinya ketika melihat keluarga lain. Latar belakang Hengky ini akhirnya menarik Hengky untuk keluar ke jalanan. Hengky membangun kebahagiaannya sendiri melalui judi, minuman keras dan narkoba.

Ditinggal suami dan tingkah anak semata wayangnya yang makin tak terkendali membuat Ibu Hengky tertekan, penyakit kanker pun mulai menyerang tubuhnya yang mulai menua itu. Hengky iba melihat kesehatan ibunya yang kian menurun. Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti sekolah.

“Aku yang rawat mama, bahkan mama meninggal di pangkuanku. Tapi aku nyesel, karena belum sempat minta maaf”, Hengky mengaku.

Sejak Ibunya meninggal, Hengky makin terjerumus pada narkoba. Sampai suatu ketika seorang saudaranya memintanya untuk melakukan tes kesehatan. Hengky memberanikan diri untuk memenuhi permintaan saudaranya, dokter memberikan hasil diagnosa yang mengejutkan: HIV Positive.

HIV akan membuat ketahanan tubuh penderita berkurang, dalam jangka waktu lima tahun seorang penderita HIV akan terjangkit AIDS. Bahaya penyakit yang menyerang tubuhnya tidak begitu dipahami Hengky, alih-alih berhenti, Hengky makin bergantung pada jarum suntiknya. Sampai suatu ketika, mimpi yang aneh masuk dalam alam bawah sadarnya.

“Nggak tahu gimana, aku melihat ada orang tinggi dengan jubah putih yang sangat indah. Dia membawa aku ke suatu tempat yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.”, Hengky berkisah.

Orang dalam mimpi Hengky memintanya untuk melihat ke kanan dan disana terlihat banyak orang yang menjerit dan kesakitan, kemudian orang itu meminta Hengky untuk melihat ke sebelah kiri. Berbeda dengan pemandangan sebelumnya, kali ini Hengky melihat pemandangan yang indah bahkan ada seorang wanita yang mirip ibunya. Hengky terjaga dari mimpinya tanpa tahu apa arti mimpi anehnya itu.

Saat berjalan di ruang keluarga, Hengky yang tinggal bersama saudaranya itu tertegun begitu melihat sebuah gambar yang mirip dengan orang di dalam mimpinya tadi malam. Setelah bertanya pada saudaranya, Hengky pun tahu kalau itu adalah sosok Tuhan Yesus.

Peristiwa itu berdampak dalam kehidupan Hengky, dia bertekat untuk meninggalkan segala keterikatannya itu terutama narkoba. Mulai dari tidak bisa makan, muntah dan diare terus menerus menyerang tubuhnya yang makin kurus itu. Tapi Hengky sudah bertekat untuk menang dalam peperangan ini. Akhirnya pada pertengahan tahun 2007 Hengky telah lepas dari narkoba, namun perjuangannya belum usai. AIDS mulai menyerang tubuhnya.

“Dari tubuhku berjamur semua, kepala, perut dari belakang bahkan mulut. Makan pun jadi nggak bisa”, ucap Hengky sambil menunjukan bagian tubuh yang diserang AIDS.

Dari situ Hengky menyadari bahaya penyakitnya itu, ditambah lagi satu per satu saudaranya yang mengidap HIV meninggal dunia, ini seperti terror yang menghantui Hengky. Kondisi Hengky kian memburuk, baik fisik maupun mental.

Dalam keterpurukannya Hengky teringat tentang pengalaman masa lalunya. Gambaran almarhum ibunya yang berdoa akhirnya menarik Hengky untuk ikut berdoa. Hengky akhirnya mengikuti sebuah ibadah, walaupun berat Hengky mencoba mengampuni Ayahnya, sesuatu yang selama ini tidak mungkin dilakukannya.

Sejak Hengky mengambil keputusan untuk mengampuni Ayahnya, perubahan besar terjadi dalam hidupnya. Dalam jangka waktu dua tahun tubuh Hengky menjadi lebih sehat bahkan sudah dinyatakan 90% sembuh.

“Sejak perubahan hidupnya itu Hengky jadi bisa membuka diri terhadap orang lain, dia bisa menjadi saksi dan menolong orang-orang yang menderita penyakit HIV-AIDS”, ucap dokter yang memantau kesehatan Hengky.

Sumber: http://www.jawaban.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5156