Seorang Pekerja Kafe tak Mau Tes Darah
Tanggal: Monday, 14 November 2011
Topik: Narkoba


Padang Ekspres, 11 November 2011

Dharmasraya — Puluhan pekerja kafe dan pemilik kafe di Dharmasraya discreening atau menjalani tes darah untuk antisipasi virus HIV/ AIDS. Screening yang dipimpin langsung Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dharmasraya Yusrisal dan didampingi Dinas Kesehatan Sumbar berjalan lancar dan tertib.

Pemilik kafe dan pekerja kafe terlihat cukup bersahabat menjalani screening. Namun di salah satu kafe tepatnya di Kafe BRA, dari 11 orang pekerja, satu orang diantaranya tidak mau discreening dengan alasan takut.

Dalam screening, petugas dinas kesehatan mengambil sampel tiga kafe masing-masing Kafe RR, Kafe Kilo Delapan dan Kafe BRA. Dari tiga kafe tersebut petugas men-screening 25 orang pekerja kafe dan dua orang pemilik.

Tak urung tes darah membuat sebagian besar pekerja kafe terlihat cemas dan takut bahkan ada yang menangis dengan alasan pengambilan sampel darah meninggalkan rasa sakit. Di samping itu ada yang berusaha kabur dari pemeriksaan. Sehingga pemilik kafe marah dan mencari kembali pekerja tersebut untuk discreening.

Cukup Mendukung dan Rutin

Menurut pemilik Kafe Tarigan, secara pribadi pihaknya sangat mendukung kegiatan tes darah atau screening. Kegiatan tersebut sangat positif sekali, terutama dalam pemeriksaan kesehatan pekerja dari HIV/ AIDS.”

Jika ada pekerja saya yang teridentifikasi HIV, saya langsung memberhentikannya, karena saya tidak ingin kafe saya menjadi buruk citranya, namun jika pekerja saya bebas dari HIV pengunjung tidak akan khawatir singgah di kafe saya. Di samping itu saya berharap agar pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan rutn minimal tiga bulan sekali,” harapnya.

Sebelum screening dilakukan petugas dari Dinas Kesehatan terlebih dahulu memberikan penyuluhan kepada pemilik dan pekerja kafe tentang bahaya HIV/ AIDS, penyebabnya, cara penularannya dan lain sebagainya.

Menurutnya ada lima cara penularan HIV/ADIS, masing-masing termasuki darah penderita HIV/ ADIS, kontak dengan cairan kemaluan, ibu hamil akan menularkan kepada bayi yang dikandung melalui air ketuban, memakai jarum suntik yang berulang-ulang, ibu menyusui bisa menularkan melalui air susu.

Menurut Yusrisal, pemeriksaan darah atau screeening tersebut merupakan rangkaian momentum kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah screening HIV/ AIDS.

“Kita berharap dengan adanya screening tersebut kita bisa mendeteksi lebih awal penderita HIV/AIDS. Namun kita belum tahu apa ada dari yang kita screening tersebut teridentifikasi HIV/AIDS karena sampel darah tersebut akan di bawa ke Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.(ita)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5171