20 PNS di Lombok Terindikasi Mengidap HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 14 November 2011
Topik: HIV/AIDS


REPUBLIKA.CO.ID, 11 November 2011

MATARAM - Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan, sebanyak 20 orang pegawai baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun honorer di wilayah itu terindikasi mengidap virus HIV/AIDS.

"Dari 20 orang PNS/honorer itu, 14 orang di antaranya terindikasi mengidap HIV dan enam orang lainnya mengidap AIDS sampai posisi Agustus 2011," kata Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Soeharmanto, di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan data 2010 di mana PNS/honorer yang mengidap HIV terdata sebanyak 10 orang dan dua orang lainnya mengidap AIDS, maka ada penambahan delapan orang masing-masing empat penderita HIV dan empat penderita AIDS, hanya dalam waktu delapan bulan.

Soeharmanto juga mengungkapkan bahwa oknum anggota TNI dan Polri di wilayah NTB yang terindikasi mengidap HIV/AIDS terdata sebanyak 11 orang, yakni lima orang pengidap HIV dan enam orang sudah terindikasi mengidap virus AIDS.

Tahun sebelumnya oknum anggota TNI/Polri yang mengidap HIV/AIDS terdata sebanyak tiga orang, sehingga ada penambahan delapan orang.

Sementara karyawan perusahaan swasta yang mengidap HIV dan AIDS sampai Agustus 2011 terdata sebanyak 33 orang yang bertambah dari delapan orang di tahun sebelumnya.

Kalangan pelajar/mahasiswa terdata sebanyak 12 orang dari tujuh orang di tahun sebelumnya.

Pekerja wisata yang mengidap HIV/AIDS sebanyak tujuh orang, seniman satu orang, ibu rumah tangga/pembantu rumah tangga 67 orang, TKI/TKW 33 orang dan nara pidana (napi) enam orang.

Pekerja swasta lebih banyak yakni sebanyak 127 orang, pengidap HIV/AIDS yang tidak bekerja sebanyak 97 orang, wanita pekerja seks komersial sebanyak 47 orang, petani/buruh kasar 20 orang dan sopir 10 orang, serta nelayan sebanyak tiga orang.

"Secara keseluruhan, dalam lima tahun terakhir ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan yakni dari sebanyak 99 orang di 2006, terdiri dari HIV 63 orang dan AIDS 36 orang, hingga mencapai 494 kasus sampai posisi Agustus 2011," ujarnya.

Dari sebanyak 494 kasus HIV/AIDS itu, terdiri dari 261 orang penderita HIV dan 233 orang penderita AIDS. Dari 233 orang penderita AIDS itu sebanyak 129 orang (55,4 persen) meninggal dunia. Sebanyak 104 orang atau 44,6 persen masih hidup dalam kondisi memprihatinkan, katanya.

Sumber: http://www.republika.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5172