Banyak Remaja di Bawah 15 Tahun Dipaksa Melakukan Hubungan Seks
Tanggal: Monday, 14 November 2011
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 12 November 2011

JAKARTA: Banyak remaja usia di bawah 15 tahun di Asia Pasifik melakukan hubungan seksual karena dipaksa. Padahal jumlah usia tersebut sangat tinggi, yaitu satu dari lima penduduk, atau sekitar 20%.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sugiri Syarief mengatakan banyaknya remaja usia itu yang melakukan hubungan seksual menunjukkan remaja perlu dibekali pengetahuan memadai berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Dengan demikian, remaja dapat mengindari perlakuan orang lain yang merugikan dirinya.

"Remaja perlu diberi akses yang mudah untuk mendapatkan informasi dan konseling kesehatan reproduksi bagi dirinya," katanya pada acara Gebyar Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Remaja serta lomba poster di Jakarta baru-baru ini.

Sementara itu, ujarnya, data International Planned Parenthood Federation (IPPF) menyatakan jumlah perempuan di Asia Pasifik yang harus menanggung malu dan beban mental akibat minimnya pendidikan seks, khususnya soal kesehatan reproduksi, terus meningkat. Sebanyak 21 juta perempuan di dunia melakukan aborsi tidak aman dan hanya 35% perempuan di kawasan Asia Timur menikah dengan kesehatan reproduksi yang baik.

Menurut Sugiri, masalah yang terjadi pada remaja di antaranya disebabkan karena mereka tidak dipersiapkan pengetahuan tentang aspek yang berhubungan dengan masalah peralihan, dari masa anak ke dewasa. Masalah remaja menyangkut aspek fisik biologis dan mental sosial.

Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endoktrin/hormonal yang sangat dramatik, ujar Kepala BKKBN, merupakan pemicu masalah serius kesehatan remaja. Sebab, tumbuhnya dorongan motivasi seksual menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi, termasuk kehamilan remaja, dengan segala konsekuensinya, anta lain hubungan seks pranikah, aborsi, penyakit menular seksual (PMS), HIV/AIDS, dan narkotika.

Oleh karena itu, untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan reproduksi tersebut perlu sinergitas berbagai kementerian/lembaga, swasta, LSM, dan seluruh elemen bangsa yang lain untuk bersama-sama melakukan KIE KKB kepada remaja. (Pbu/X-12)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5175