Penghuni Lapas Bulak Kapal Overload
Tanggal: Monday, 14 November 2011
Topik: Narkoba


JPNN.com, 13 November 2011

BEKASI TIMUR - Sekitar 1700 warga binaan Lembaga Pemasyarakan (Lapas) Bulak Kapal, Bekasi rentan tertular penyakit, seperti TBC, sesak nafas, sakit perut sampai dengan HIV Aids akibat kapasitas Lapas yang melebihi kapasitas. Kalapas Bulak Kapal Bekasi, Basmanizar mengatakan, sejumlah penyakit umumnya diderita para warga binaan yang rentan menular.

"Bagi warga binaan yang terjangkit penyakit, kami segera memfasilitasi pengobatan kepada tim medis. Bahkan jika membutuhkan perawatan lebih intensif, kami akan rujuk ke Rumah Sakit," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya butuh tambahan tiga perawat lagi. Menurutnya, untuk jumlah dokter sudah mencukupi.

"Lapas Bulak Kapal saat ini hanya memiliki dua tenaga perawat dan tiga dokter. Namun khusus untuk tenaga perawat, dibutuhkan penambahan, akibat faktor pelayanan yang cukup tinggi," katanya.

Menurut Basmanizar, daya tampung Lapas Bulak Kapal hanya untuk 450 orang, namun saat ini dihuni oleh 1.700 orang. Akibatnya, satu kamar berukuran 8x6 meter dan 6x6 meter, terpaksa harus diisi hingga 59 orang.

"Mau tidak mau, mereka harus saling berbagi tempat yang sangat sempit itu dengan hanya satu wc di dalamnya. Tidak aneh, kalau penyakit menular cepat menyebar di antara mereka," terang Basmanizar.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan RSUD setempat guna perawatan warga binaan yang terindikasi penyakit HIV/AIDS. (jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5179