Jumlah penderita HIV-AIDS Meningkat
Tanggal: Monday, 14 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Pikiran Rakyat, 13 November 2011

BOGOR - Jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Bogor semakin meningkat karena kurangnya peran aktif dari masyarakat. Image HIV/AIDS yang telanjut jelek di mata masyarakat menyebabkan peran aktif masyarakat masih rendah.

Demikian dikatakan Kabid Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bogor Dr. Eddy Dharma, Minggu (13/11) ketika dikonfirmasi. Data Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebutkan bahwa jumlah kasus penderita HIV/AIDS positif di Kota Bogor sejak tahun 2006-2011 telah mencapai 1.328 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 58 warga Kota Bogor meninggal karena penyakit ini. Penyebaran HIV-AIDS terbesar, lanjut Eddy, terjadi melalui penyalahgunaan narkoba berjenis narkotika dengan cara jarum suntik yang terkontaminasi virus AIDS.

Selain itu, penyebaran HIV-AIDS juga terjadi melalui hubungan seks bebas. “Pada umumnya masyarakat Kota Bogor belum banyak mengetahui secara utuh informasi mengenai penyebaran HIV-AIDS tersebut. Akibatnya image masyarakat selama ini ketika mendengar nama HIV/AIDS masih sangat sangat segan, masyarakat masih sangat riskan dan tabu untuk bertanya. Maka dari itulah penyebaran penyakit menular tersebut terus meningkat karena tidak ada peran aktif masyarakat ,”ujarnya.

Lebih lanjut Eddy memaparkan hasil riset Riskesdas Nasional mengenai HIV-AIDS menyebutkan pengetahuan tentang HIV-AIDS (pernah mendengar) umur 15-24 tahun mencapai 75 persen, sedangkan untuk pengetahuan komprehensif HIV-AIDS untuk laki-laki sebesar 7,6 persen dan perempuan sebanyak 7,3 persen. Untuk menekan jumlah penderita HIV-AIDS, Dinas Kesehatan Kota Bogor akan membentuk pilot project yang dimulai di setiap kelurahan pada awal 2012. “Untuk menekan jumlah penderita HIV-AIDS harus dilakukan dengan membentuk akses informasi mengenai HIV-AIDS kepada masyarakat dengan merangkul kader-kader atau PKK, kemudian membentuk pos-pos informasi sebagai media informasi tentang penyebaran HIV-AIDS dan yang paling penting dibutuhkan seorang konselor (pembimbing) bagi para penderita HIV-AIDS,”ungkapnya.

Eddy juga menegaskan masyarakat sekali lagi memegang peranan yang penting dalam menekan penyebaran HIV/AIDS. “Bagaimanapun masyarakat harus bahu membahu memberikan support kepada para penderita dengan tidak mengucilkan kondisi karena hal tersebut dapat menggangu mental kehidupannya,”tutur Eddy. (A-155/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5183