Dua Kali Dikerjain, Akhirnya Juara Lomba Ref Bertemakan HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 15 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Pontianak Post, 14 November 2011

Kadang informasi tentang HIV/AIDS sering di kampanyekan lewat diskusi ataupun seminar-seminar. Bahkan tidak jarang mendatangkan pembicara dari kepolisian atau kesehatan. Tapi apa jadinya kampanye HIV/AIDS diisi oleh para remaja seperti adanya lomba ref.

DESI TRIANI AL-AZHARI-- Pontianak

”HIV/AIDS, HIV/AIDS,” begitulah penggalan lirik lagu ref yang dibawakan salah seorang peserta. Hanya sebutan HIV/AIDS yang terdengar jelas di telinga. Selain itu semua lirik terdengar samar-samar. Ditambah lagi penyebutan katanya yang begitu cepat dan suara musik yang memekakkan telinga. Suara musik menghentak telinga para penonton yang sudah dari sekitar jam tiga menyaksikan penampilan ref yang dibawakan peserta. Penonton yang kebanyakan para remaja itu memenuhi area lomba. Yah, hari itu (12/11) telah digelar lomba ref tahun 2011 yang bertemakan seputar HIV/AIDS.

Kegiatan yang digelar oleh BKKBN ini berjalan dengan sukses. Tidak ada kendala yang serius dalam kegiatan ini. Hal ini mungkin dikarenakan persiapan yang matang dari panitia lomba itu sendiri. Akan tetapi, tiba-tiba suasana yang tadinya penuh canda tawa kini berubah menjadi tegang. Para peserta yang berjumlah 14 dipanggil satu persatu untuk maju naik ke atas podium. Kini tiba saatnya pengumuman pemenang setelah kurang lebih lima jam acara lomba.

Semua peserta terdiam mendengar pengumuman. Bahkan bukan hanya peserta, penonton juga ikut terdiam. Suasana mulai memanas. Ketua dewan juri maju ke depan (tapi tidak naik podium), untuk membacakan pemenang. ”Sebenarnya semua peserta bagus-bagus, tapi...,” ucap ketua dewan juri membuka pembicaraan. Memang kalau dilihat, semua peserta memang bagus. Rata-rata peserta seperti sudah berpengalaman dalam dunia ref. Mereka begitu lihai menyanyikan lirik dengan begitu cepat. Perpadua suara mereka juga bisa dikatakan oke.

”Untuk juara ketiga, dengan nilai 1339 di raih oleh nomor peserta 06,” ketua dewan juri mengumumkan pemengang ketiga. Suara gemuruh tepuk tangan memenuhi arena lomba yang diadakan di Matahari Mall lantai tiga. Dan juara kedua diraih oleh nomor peserta 02 dengan nilai 1361. Suasana semakin tegang saat pengumuman juara pertama. Para peserta yang tersisa semakin membisu. Kalau boleh menebak, dalam hati mereka pasti sedang berdoa semoga mendapat juara pertama.

”Juara pertama dengan nilai 1400, diraih oleh nomor peserta 09,” ucap ketua dewan juri setengah berteriak. Seketika itu Amin yang merupakan peserta 09 langsung sujud syukur. Cristiyan yang juga merupakan peserta nomor 09, langsung mengucapkan puji syukurnya. Semua peserta yang ada memeluk erat mereka berdua. Suasana menjadi ribut. Terdengar ucapan selamat menghujani mereka. Tak lupa juga serentak tepuk tangan para penonton seperti ikut mengucapkan selamat untuk mereka berdua.

“Senang, senang,” kata-kata yang sama diulang Cristiyan kepada Pontianak Post saat ditanya tentang perasaanya. “Tidak ada kata yang bisa saya gambarkan untuk menggambarkan betapa senangnya,” lanjut cowok dengan topi merah cabe. Hal yang sama juga diungkapkan Amin, teman duet Cristiyan. ”Tentunya bersykur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah memberikan kemudahan untuk menperoleh juara pertama,” ucap cowok yang selalu dikerjain MC. Ketika acara doorprice, ia tidak mendapatkan hadiah padahal sudah menang. Sudah dua kali ia di kerjain MC. “Allah sudah tahu semua. Amin tadi di kerjain terus dan tidak dapat hadiah, tapi akhirnya mendapat hadiah yang lebih besar kan,” ucap cowok yang bernama lengkap Muharmin Rais sambil terkekeh-kekeh.

Barbagai persiapan akan mereka lakukan untuk bisa mendapatkan juara di tingkat nasional nantinya yang berlangsung pada 20 November 2011. Mulai dari konsepnya sampai waktu latihan. Mereka akan menambah waktunya menjadi enam kali dalam seminggu. “Kita akan berlatih dan terus berlatih. Rencananya akan berlatih tiap malam kecuali malam minggu,” tutur Cristiyan yang merupakan siswa SMAN 10. Mereka juga optimis akan lolos di tingkat nasional nanti yang dilaksanakan di Jakarta. Segala dukungan baik itu keluarga, teman dan masyarakat Kalimantan Barat sangat mereka harapkan. (**)

Sumber: http://www.pontianakpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5185