Kesehatan Masyarakat Merauke Memprihatinkan
Tanggal: Tuesday, 15 November 2011
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 14 November 2011

MERAUKE - Tingkat kesehatan masyarakat di Merauke, Provinsi Papua, yang memprihatinkan hingga kini belum tertangani dengan baik. Kemiskinan menjadi penyebab utama, selain karena pelayanan kesehatan di kampung-kampung pedalaman terabaikan akibat minimnya tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Merauke, Stefanus Imanuel Osok, di Merauke, Papua, mengungkapkan, buruknya kesehatan masyarakat di Merauke tercermin dari tingginya jumlah penderita penyakit, seperti malaria, tuberkulosis (TBC), infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), HIV/AIDS, balita penderita gizi buruk dan kurang gizi, serta angka kematian ibu melahirkan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Merauke dari laporan puskesmas-pukesmas, persentase gizi kurang dan gizi buruk mencapai 21 persen, yaitu gizi kurang 14 persen sedangkan gizi buruk 7 persen.

"Ini berdasarkan laporan puskesmas, kalau disurvei pasti angkanya lebih tinggi lagi. Kondisi ini mencerminkan persoalan kemiskinan jadi persoalan serius," katanya.

Diungkapkan Stefanus, sesuai target MDGS, pada tahun 2015, kasus gizi k urang dan gizi buruk harus di bawah 15,5 persen. Sementara itu, angka kematian ibu harus di bawah 118/100.000 kelahiran hidup.

Sesuai target MDGS tersebut, artinya di Merauke pada tahun 2015 angka kematian ibu melahirkan tidak boleh lebih dari 5 orang per tahun.

Sumber: http://health.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5186