USAI PANEN TEMBAKAU ; Infeksi Menular Seksual Meningkat
Tanggal: Tuesday, 15 November 2011
Topik: Narkoba


Kedaulatan Rakyat, 14 November 2011

TEMANGGUNG - Kasus infeksi menular seksual (IMS) di Kabupaten Temanggung cenderung meningkat usai panen tembakau. Pengidap tidak hanya mereka yang berumur dewasa, namun telah merambah anak-anak. Bahkan ada balita yang tertular dari orangtuanya.

”Sangat memprihatinkan, kasus IMS meningkat usai panen tembakau,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Edi Rakhmatto, Minggu (13/11).

Data yang terhimpun pada bulan Januari tercatat ada 121 kasus, Februari (86), Maret sampai Juli rata-rata 85 kasus. Kasus IMS mulai pada Agustus yang tercatat 117 dan terus naik di atas 120 kasus sampai pada Oktober. IMS tersebut antara lain sifilis, gonorrhoe, herpes simplex virus (HSV), candidiasis dan vaginitis bacterial.

Mereka yang menderita IMS terkelompok di bawah 10 tahun, antara 10 hingga 15 tahun, antara 15 hingga 30 tahun dan di atas 30 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Dari kelompok tersebut, kelompok umur 10 hingga 15 tahun dan 15 hingga 30 tahun banyak yang terkena IMS.

Dari 55 kasus gonorrhoe misalnya, usia 15 hingga 30 tahun di kelompok laki-laki terdapat 7 kasus dan kelompok perempuan 4 kasus. Pada 113 kasus HSV, 18 kasus ditemukan kelompok laki-laki dan 22 kelompok perempuan. Kelompok di atas 30 tahun pada gonorrhoe sebanyak 30 kasus untuk laki-laki dan 11 perempuan. Sedangkan HSV 25 kasus di kelompok perempuan dan 37 kasus di laki-laki.

”Di bawah usia 10 tercatat ada 3 kasus gonorrhoe, 8 HSV dan 11 candidiasis,” katanya.

Edi yang juga Sekretaris II Komisi Penanggulangan AIDS Temanggung itu mengemukakan, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Temanggung juga tergolong tinggi. Sejak 1997 hingga awal November 2011 ditemukan 160 kasus. Sebanyak 75 pengidap telah meninggal, 57 masih hidup dan 28 lainnya tidak diketahui keberadaannya.

Berdasar kelompok umur pengidap terbanyak adalah berusia 25 hingga 29 tahun berjumlah 44 kasus, di bawahnya usia 20 hingga 24 tahun sebanyak 36 kasus dan 30 hingga 34 tahun berjumlah 34 kasus. Usia di atas 34 tahun berjumlah 33 kasus dan sisanya di bawah 19 tahun.

Menurutnya, meningkatnya kasus IMS itu karena perilaku seksual dari warga yang tidak sehat dan warga yang kurang menjaga kebersihan alat vitalnya itu. ”Kami, melalui tenaga kesehatan hingga ke dusun-dusun terus menyosialisasikan pentingnya kesehatan organ vital,” katanya. (Osy)-o

Sumber: http://www.kr.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5189