Hingga Oktober, 380 Penderita AIDS Meninggal
Tanggal: Thursday, 17 November 2011
Topik: Narkoba


Berita Sore, 16 November 2011

MEDAN: Sebanyak 380 penderita AIDS menghembuskan nafas terakhir di Sumatera Utara hingga Oktober 2011. Ini berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Sumut, melalui Project Officer Global Fund, Andi Ilham Lubis, Selasa (15/11).

“Hingga Oktober, ditemukan 1220 penderita HIV Positif dan 1949 penderita AIDS, dari keseluruhan data tersebut yang meninggal dunia mencapai 380 orang akibat penyakit yang mematikan tersebut,” ucap Andi Ilham Lubis, kepada para wartawan di ruang kerjanya.

Dipaparkannya, kota Medan merupakan kota tertinggi penderita HIV/AIDS dengan jumlah 2049 orang, Deliserdang dengan jumlah 263 orang, Karo sebanyak 165 orang, Pematang Siantar sebanyak 123 dan Simalungun 98 orang. Mereka terdiri dari laki-laki sebanyak 1580 penderita dan perempuan sebanyak 369 orang, termasuk iktu diantaranya anak-anak dan balita yang tertular virus HIV dari orang tuanya.

“Kasus HIV/AIDS ini ibarat gunung es, yang hanya terlihat diatasnya saja, namun dibawah masih ada bongkahan yang besar. Semakin banyak ditemukan kasusnya maka itu dikatakan peningkatan keberhasilan, karena berdasarkan prediksi akan ditemukan lagi 7059 orang yang terkena HIV positif,” ucap Andi.

Dengan bertambahnya layanan VCT, menurut Andi, maka akan semakin banyak juga ditemukan kasus-kasus baru. Dengan adanya temuan kasus baru itu maka penderita akan dapat segera mungkin ditangani. Selain ditangani diharapkan adanya perubahan perilaku. Dengan begitu, tingkat penularan dan penambahan penderita dapat diminimalisir.

“Penyebab tertinggi adalah heteroseksual dengan jumlah 1921 kasus, penggunaan jarum suntik 937 dan hetero dan penggunaan jarum ada 119. Itu adalah tiga penularan,” katanya.

Tahuh 2010 telah ada layanan VCT yang tersebar di 16 kabupaten/kota. Untuk saat sekarang ini sedang diusahakan agar dibuatnya VCT di tiga kabupaten/kota yakni Siantar di Tomuan, Asahan di Gambir dan di Labuhan Batu Selatan. Sementara Dinas Kesehatan Sumut juga sedang mengusahakan puskesmas Infeksi Menular Seksual (IMS).

“Dengan adanya penyakit kelamin, itu semakin mempercepat masuknya virus HIV, potensi HIV tinggi terhadap GO. Ada 42 persen Wanita Pekerja Seksual (WPS) yang tertular HIV, penyakit kelamin seperti sipilis, klamedia merupakan salah satu jalan masuk virus,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya bila WPS yang tertular HIV dapat melayani pria hidung belang perharinya tiga orang, maka dalam sebulan ia bisa menularkan kepada 90 orang, untuk pencegahan maka kesadaran menggunakan kondom harus muncul. (don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5201