PSK Di Lumajang Ditengarai Menderita Penyakit Kelamin
Tanggal: Thursday, 17 November 2011
Topik: Narkoba


suarasurabaya.net, 16 November 2011

Penyakit Menular Seksual atau yang akrab di sebut IMS (Infeksi Menular Seksual) di jajaran praktisi kesehatan, ternyata cukup banyak diidap kalangan perempuan di Kabupaten Lumajang ini. Bahkan, pengidap penyakit kelamin ini sampai ke kalangan ibu rumah tangga (RT).

Meski, diantaranya juga terdata dari kalangan pekerja seks komersial alias PSK. Hal ini didatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang selama periode Januari sampai Akhir Oktober lalu.

Kendati, dari data yang sama juga terungkap bahwa penderita di kalangan laki-laki juga tidak sedikit. Namun, jumlahnya cukup kecil, karena mendapai angka dibawah 50 persen dari pengidap penyakit kelamin yang dialami kaum perempuan.

Data ini disampaikan Wahyu Wulandari Kasi Pencegahan Penyakit Menular Kantor Dinkes Kabupaten Lumajang ketika ditemui Sentral FM Lumajang di kantornya, Rabu (16/11/2011) siang.

Dikatakan BuWulan, demikian sapaan akrab Wahyu Wulandari, bahwa dari data yang disampaikan berbagai Puskesmas yang beroperasi di 21 wilayah Kecamatan dan 2 Rumah Sakit yang ada, yakni RSU dr Haryoto Lumajang dan RS Djatiroto, selama Januari sampai Oktober 2011 ini saja, terdata 141 pengidap penyakit kelamin atau yang dikalangan kesehatan di sebut penyakit menular seksual ini mencapai .

”Dari 141 pengidap yang terdata dan sempat berobat melalui Puskesmas maupun Rumah Sakit ini, yang dilaporkan kepada Dinkes Lumajang. Dari data itu, tercatat 100 pengidap adalah dari kalnagan perempuan. Tidak dijelaskan perempuan seperti apa, tapi ada diantaranya Ibu Rumah Tangga (RT) yang jumlahnya cukup banyak dan juga kalangan potensial seperti PSK,” beber Wahyu Wulandari lagi.

Banyaknya penderita penyakit kelamin di kalangan perempuan ini, tidka sebanding dengan penderita di kalangan pria atau laki-laki yang telah terdata berobat. Karena jumlahnya hanya mencapai 41 orang saja. ”Diantaranya, pengidap IMS atau Penyakit Menular Seksual ini mengidap jenis gonorhoe, shipilis ataupun jamur,” urai Wahyu Wulandari kepada Sentral FM Lumajang.

”Dari Diagnosis IMS ini, ada disebabkan vegetasi ultus genital yang bertumbuhan jamur yang bersampak terhadap saluran kencingnya. Tapi untuk data jelasnya ada di Puskesmas ataui RS. Kalau data jelasnya ada di sana. Kalau di Dinkes, hanya daya penderita perempuan dan lakinya saja,” jelas Wahyu Wulandari.

Guna mengantisipasi dan menanggulangi penularan penyakit menular seksual ini, dilakukan pemgobatan yang dilakuakn sampai bebas daripenyakit menular seksual itu. ”Klau yang tak bisa disembuhkan itu hanya HIV/AIDS. Untuk penykit menular seksual seperti IMS ini, penderitanya bisa diobati sampai sembuh dan setahu saya tidak kembali lagi,” pungkas Wahyu Wulandari. (her)

Sumber: http://jaringradio.suarasurabaya.net




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5204