Mahasiswa dan PNS Terjangkit Pengidap HIV/AIDS Meningkat di Salatiga
Tanggal: Thursday, 17 November 2011
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 17 November 2011

Salatiga - Pengidap HIV/AIDS di Kota Salatiga sampai dengan tahun 2011 ini mencapai 122 kasus. Ini berarti terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 112 kasus.

Dari kasus tersebut, 52%-nya merupakan usia produktif dan yang meninggal dunia dalam tahun 2011 sebanyak 3 orang. Bahkan, pengidap penyakit ganas ini tidak hanya menyerang usia produktif saja, namun ada kalangan mahasiswa maupun pegawai negeri sipil (PNS).

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, BPH Pramusinta, Rabu (16/11).

Dengan jumlah pengidap penyakit ganas tersebut hingga 52%, pihaknya telah membuat program roadshow untuk tujuan sosialisasi cara penanggulangannya. Cara tersebut adalah dengan menggunakan jarum suntik yang steril.

“Untuk sosialisasi itu akan kami lakukan di 30 perusahaan di Kota Salatiga pada tahun ini. Hal ini karena di perusahaan tersebut banyak karyawan yang tergolong usia produktif. Bahkan, penularannya banyak kami temukan melalui jarum suntik,” jelasnya.

Ditambahkan, secara kumulatif sejak tahun 1994 lalu, pengidap kasus HIV/AIDS di Kota Salatiga sebanyak 3 orang meninggal dunia. Data tersebut berdasarkan perhitungan tahun 2010 lalu yang berjumlah 36 orang dan tahun 2011 meningkat mencapai 39 orang, 3 orang di antaranya telah meninggal dunia.

Para pengidap selain para pekerja, juga mahasiswa maupun pegawai negeri sipil (PNS). Juga ada balita yang terjangkit, yang disebabkan pengaruh keturunan dari ibu kandungnya melalui penularan air susu ibu (ASI).

Sementara, dr Sri Agung S, salah satu dokter di Rumah Sakit dr. Asmir Salatiga berharap, melalui program berperilaku sehat yang telah dicanangkan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga pada 2011 ini, masyarakat dapat mengubah cara berperilakunya. Dari awalnya tidak peduli dengan lingkungan sehat, dapat berubah menjadi semakin peduli akan kesehatan.

“Perilaku sehat itu mencakup semua unsur, dan semua itu berawal dari manusianya. Jika insting perilaku itu sehat maka akan berpengaruh pada yang lain, artinya dapat mempengaruhi lingkungan sekitar. Yang jelas, sampai sekarang, perilaku sehat masyarakat Kota Salatiga itu masih kurang,” tandas dr Sri Agung, di sela-sela acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-47 tingkat Kota Salatiga, di ruang Asisten I Pemkot Salatiga, kemarin.

Ditambahkan dr Sri Agung, untuk sosialisasi perilaku sehat tersebut akan terus digalakkan. Dengan begitu, masyarakat akan selalu peduli dan sadar terhadap lingkungan yang sehat. [mor]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5206