Data 340 Penasun AIDS
Tanggal: Friday, 18 November 2011
Topik: Narkoba


Pontianak Post, 18 November 2011

DALAM waktu dekat, Komisi Penanggulangan AIDS Kalimantan Barat akan memulai program layanan alat suntik steril (LASS) di salah satu puskesmas di Kabupaten Ketapang. Menurut Sekretaris KPA Kalbar, Syarif Toto Thaha Alkadrie, hal ini merupakan upaya untuk menekan epidemi AIDS. Kabupaten Ketapang menjadi salah satu prioritas karena berdasarkan hasil pemetaan, terdata sekitar 65 penasun (pengguna narkotika suntik/injection drug users atau IDU’s) di daerah tersebut. “Kita akan kembangkan lagi LASS di Ketapang. Untuk itu kita sudah koordinasi dengan Polres,” katanya saat ditemui di sela Rapat Koordinasi KPA di Hotel Mahkota, kemarin.

Syarif Toto mengungkapkan, program LASS sebelumnya sudah berjalan di Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Untuk Kota Pontianak, ada dua puskesmas yang memberikan layanan ini yaitu Puskesmas Dalam Bugis dan Puskesmas Komodor Yos Sudarso. Sedangkan di Kota Singkawang, program LASS dilaksanakan di Puskesmas Singkawang Tengah. Program LASS merupakan salah satu upaya untuk mengurangi dampak buruk (harm reduction) dari perilaku yang berisiko tinggi terhadap penularan HIV/AIDS, khususnya penasun. Melalui program ini, penasun diarahkan untuk menggunakan jarum suntik steril (tidak secara bergantian). Mereka dapat memperolehnya di puskesmas-puskesmas tertentu yang ditunjuk, secara gratis.

Pihak puskesmas akan memberikan amplop yang antara lain berisi lima jarum suntik steril, alcohol swap, kondom dan perangkat komunikasi, informasi serta edukasi. “Jadi, dengan program LASS, kita harapkan mereka tidak lagi bergantian menggunakan jarum suntik supaya penularan virus bisa ditekan. Setelah digunakan, jarumnya dikembalikan ke puskesmas dan kemudian dimusnahkan menggunakan incinerator,” terangnya.

Berdasarkan hasil survei perubahan perilaku secara nasional 2009-2010, terdata sebanyak 340 penasun di Kalbar. Malah, KPA memperkirakan jumlah riil di lapangan lebih dari itu. Konsentrasi penasun ini yaitu di Kota Pontianak, Singkawang dan Ketapang. “Makanya, kita akan buka juga LASS di Ketapang. Pihak Polri sudah siap,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai jumlah pengidap HIV/AIDS di Kalbar, Syarif Toto menyebutkan, berdasarakan data terakhir KPA, jumlah pengidap di provinsi ini mencapai sekitar 3.500 orang. Jumlah tersebut terus meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut Syarif Toto, peningkatan angka pengidap ini merupakan salah satu dampak dari hasil penggalian atau pengungkapan fenomena gunung es.

KPA bersama stakeholder terkait dan tenaga-tenaga penjangkau memang terus berupaya untuk menggiring kelompok berisiko tinggi untuk memeriksakan diri ke VCT (voluntary counseling and testing). Hal ini penting untuk deteksi dini. “Lebih baik diketahui saat masih HIV positif daripada sudah stadium AIDS,” jelasnya. Dengan deteksi dini, upaya perawatan atau penanggulangan relatif akan lebih mudah. (ron)

Sumber: http://www.pontianakpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5218