Meningkat, Penderita HIV-AIDS di Jakarta Barat
Tanggal: Sunday, 20 November 2011
Topik: HIV/AIDS


Pos Kota, 18 November 2011

KALIDERES – Jumlah penderita HIV-AIDS di Jakarta Barat meningkat. Tahun 2010 tercatat 327 penderita HIV dan pada tahun 2011 bertambah 37 kasus.

” Penelitian ke wilayah kecamatan lain di Jakarta Barat kini tengah dilakukan,”kata H. Muh. Fausal Kahar, Sekretaris KPA Kota Jakarta Barat, pada acara sosialisasi HIV-AIDS di RW 06 Kelurahan Kalideres Kecamatan Kalideres Jum’at (18/11).

Sedang di wilayah DKI Jakarta sejak tahun 1987 hingga Desember 2010 secara komulatif tercatat sebanyak 8.549 penderita terdiri dari 4.296 HIV dan 4.253 AIDS.

Jumlah penderita di Jakarta Barat, 109 orang di Kecamatan Tambora dan paling sedikit Kecamatan Kebon Jeruk 9 penderita.

Selain itu ada 592 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Jakarta Barat,, sementara orang yang berpotensi terinfeksi karena pemakaian jarum suntik secara bergantian mencapai 5.675 orang.

Tanda-tanda orang terkena HIV/AIDS stadium-1 antara lain ada benjolan dibelakang telinga , pada stadium-2 telihat pada kulit ada bintik-bintik, dan terserang batuk.

Selanjutnya pada stadium-3 terlihat tubuh penderita semakin kurus. Untuk stadium-4, penderita sudah terkena berbagai macam penyakit seperti paru-paru, demam dan lainnya.

Penularan HIV-AIDS berawal dari pekerja seks kemudian berkembang menular ke laki-laki pemakai jasa pekerja seks, laki-laki yang terkena itu bisa menular ke isterinya melalui hubungan seks, apabila isterinya melahirkan anak dari suami yang sudah terkena HIV/AIDS bisa menular ke bayi yang dilahirkan.

”Bagi penderita yang sudah stadium 4 bisa mengidap sampai 25 jenis penyakit.”jelas H.Fausal. Di Kecamatan Kalideres telah dibentuk oleh para tokoh masyarakat Gema Pulih (Gerakan Masyarakat Peduli HIV/AIDS), pengurusnya dari kalangan pemuda dan mahasiswa.

”Komunitas ini membantu Pemda memberikan sosialisasi setelah mendapatkan pelatihan dari kelompok mahasiswa peduli HIV/AIDS dari Universitas Atmajaya,” jelas Lurah Kalideres, H. Naman.

Wakil Walikota H.Sukarno,masyarakat diminta melakukan pengecekan terinfeksi atau tidak, karena jumlah penderita kasus mematikan ini cenderung meningkat.

” Banyak orang yang malu untuk melakukan pengecekan terkena HIV-AIDS. Padahal semakin dini HIV-AIDS diketahui semakin baik dan relatif lebih murah biaya menanggulanginya,” harapnya.

H. Sukarno, Wakil Walikota Jakarta Barat, yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Administrasi Jakarta Barat mengatakan penyakit mematikan yang belum obatnya itu cenderung terus meningkat.

Pada awalnya penyakit tersebut hanya terkena pada pekerja seks “tapi kini sudah merambah ke masyarakat dan cenderung terus meningkat, ” ujarnya.

Sosialisasi yang dihadiri Ka. Sudin Kesehatan, dr. Parwathi, Ka. Sudin Kominfomas Wiwik Wijayanti , Camat Kalideres, dan Lurah Kalideres, pelajar,mahasiswa, Karang Taruna, sampai kaum ibu.

Mereka mengusulkan pencegahan HIV/IADS itu dijadikan kurikulum ditiungkat SMP dan SMA karena usia mereka rentan dengan pergaulan bebas, narkoba, jarum suntik dan seks bebas. (herman/dms)

Sumber: http://www.poskota.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5219