Remaja Sumut Minim Pengetahuan Soal AIDS
Tanggal: Monday, 21 November 2011
Topik: Narkoba


TRIBUN-MEDAN.com, 20 November 2011

MEDAN - Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih akan melakukan video conference dengan Plt Gubsu Gatot Pujonugroho ST hari ini, Senin (21/11) pagi. Video conference untuk mengajak pemerintah provinsi Sumatera Utara berpartisipasi meningkatkan pengetahuan yang benar bagi remaja usia 15-24 tahun sebagai upaya pengendalian HIV dan AIDS di Indonesia.

“Insya Allah Senin pagi, video conference Menkes dengan Plt Gubsu soal peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV dan AIDS khususnya di kalangan remaja 15-24 tahu,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG di Medan, Minggu sore, (20/11).

Program ini, lanjut Kadis, merupakan program Kemenkes RI “Aku Bangga Aku Tahu” untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang masalah HIV dan AIDS secara benar dan komprehensif.

Sumut sendiri, merupakan salah satu dari 10 provinsi tertinggi temuan kasus HIV dan AIDS di Indonesia selain Papua, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Sebagaimana hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas), lanjut Kadis, pengetahuan remaja usia 15-24 tahun tentang HIV dan AIDS hanya 11,4 persen yang tahu secara benar dan komprehensif baik pengetahuan tentang penularan maupun pencegahannya.

“75 persen lagi, remaja hanya sekadar tahu. Jadi, dengan program ini nantinya, remaja yang 75 persen sekadar tahu itu akan ditingkatkan menjadi lebih komprehensif baik tentang penularan maupun pencegahan HIV dan AIDS,” jelas Kadis.

Program ini, tambah Kadis, untuk mengejar target Millennium Development Goals (MDGs), dimana pada 2015 setidaknya 95 persen remaja harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai HIV/AIDS.

"Bagaimana kita mau mengatasi masalahnya kalau anak muda kita saja tidak tahu cara penularan dan pencegahannya," tegas Candra.

Sejauh ini, tambahnya, Dinkes Sumatera Utara sudah intens melakukan penanggulangan HIV dan AIDS. Baik dari sisi peningkatan sarana dan prasarana kesehatan maupun tindakan kuratif yang dilakukan.

Namun, semua itu masih belum maksimal. Soalnya, masalah HIV dan AIDS sangat komprehensif dan melibat semua sektor.

"Artinya, semua pihak harus ada komitmen bersama-sama menanggulangi HIV dan AIDS, karena masalah ini bukan hanya masalah kesehatan," jelasnya. (ari/tribun-medan.com)

Sumber: http://medan.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5231