Pekalongan 10 Besar Penyebaran Narkoba di Jateng
Tanggal: Monday, 21 November 2011
Topik: Narkoba


Gatra News, 21 November 2011

Pekalongan - Badan Narkotika Kota (BNK) Pekalongan menyatakan, kota itu menempati urutan 10 besar daerah peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di Jawa Tengah.

"Kami prihatin dengan tingginya peredaran di Kota Pekalongan yang menjalar pada orang usia produktif, terutama pelajar dan mahasiswa," ujar Ketua BNK Pekalongan, Alf Arslan Djunaid, di Pekalongan, Senin (21/11).

Menurutnya, tingginya peredaran narkoba di Kota Batik itu berdampak terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di daerah itu, khususnya bagi pengguna jarum suntik.

Berdasarkan data 2011, kata Alf, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Pekalongan sebanyak 38 orang atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai hanya belasan orang.

"Mereka yang terjangkit penyakit HIV/AIDS tersebut, sebagian besar karena pemakaian jarum suntik secara bergantian, saat mengkonsumsi narkoba," katanya.

Ia mengatakan, dengan banyaknya pengguna narkoba di Kota Pekalongan, pihak BNK berencana membangun balai rehabilitasi korban narkotika. "Insya Allah, pendirian BNK ini akan kami bangun pada 2012," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Komite Nasional Anti Penyalahgunaan Narkoba, Subagyo Partodiharjo mengatakan penggunaan narkotik dan psikotropika yang tidak sesuai aturan akan menyebabkan seseorang kecanduan, bahkan mengakibatkan penggunanya hilang kesadaran hingga meninggal dunia.

Ia mengatakan, untuk menanggulangi penggunaan narkoba maka semua pihak harus memberikan arahan dan petunjuk pada seseorang agar bisa mengenali narkoba.

"Kita seringkali menggembar-gemborkan memberantas narkoba tetapi mereka tidak mengetahui apa itu narkoba. Hal itulah yang mengakibatkan salah kaprahnya tentang pandangan narkoba," katanya.

Ia mengatakan untuk memberantas peredaran narkoba maka masyarakat harus terlebih dahulu mengenal narkoba.

Selama ini, katanya, masyarakat hanya mengetahui beberapa jenis narkoba, seperti narkotik, psikotropika, ekstasi, ganja, dan sabu-sabu, padahal mereka dalam keseharian juga mengonsumsi narkoba yang terkandung di dalam rokok.

"Pada setiap rokok terdapat zat nikotin yang berpengaruh terhadap penggunanya merasa kecanduan. Sementara di masyarakat, kata narkoba adalah narkotik dan obat berbahaya atau terlarang," katanya. [TMA, Ant]

Sumber: http://www.gatra.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5237