Kasus HIV/AIDS di Sulsel Meningkat
Tanggal: Tuesday, 22 November 2011
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 21 November 2011

MAKASSAR - Kasus penyebaran angka penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Sulsel dalam tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Terhitung sejak 2008 hingga Desember 2010 terjadi penambahan 1.533 kasus penyebaran HIV/AIDS di Sulsel.

Seks bebas dan penggunaan jarum suntik masih menjadi penyebab utama dengan persentase 30,13 persen dan 54,41 persen. Namun yang lebih mengkhawatirkan penderita di dominasi usia produktif antara 13-21 tahun.

Kepala Biro Napza dan AIDS Sulsel, Sri Endang Sukarsih, meyakini jumlah tersebut hanya yang nampak dipermukaan, sedangkan jumlah penderita yang tidak terdata diyakini jauh lebih besar lagi.

Penderita HIV/AIDS di Sulsel menempati ranking kedelapan teratas di Indonesia.

“Persoalan HIV/AIDS itu persoalan yang komprehensif, masalah sosial, dan bias gender. Data yang ada dari dinas kesehatan hanya pucuknya saja, saya yakin masih jauh lebih besar yang tidak terdata akibat minimnya pemahaman tentang HIV/AIDS,” kata Sri Endang di kantornya, Senin (21/11/2011).

Menurutnya, semakin tinggi tingkat interaksi sosial suatu daerah, maka kasus yang akan ditemukan pun semakin tinggi pula. Terbukti, tiga kota di Sulsel masing-masing Kota Makassar, Kota Parepare, dan Kota Palopo menjadi daerah dengan kasus HIV/AIDS paling tinggi di Sulsel.

Pada tahun 2008, jumlah kasus HIV/AIDS di Sulsel sebanyak 2.366 kasus, tahun 2009 sebanyak 3.105 kasus dan tahun 2010 sebanyak 3.899 kasus yang ditemukan.

Rata-rata kenaikan kasus HIV/AIDS di Sulsel setiap tahunnya antara 31-34 persen.

Ditilik dari jenis kelamin, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) didominasi kaum laki-laki sebanyak 70,69 persen, perempuan 20,18 persen, dan tidak diketahui sebanyak 9,13 persen.

Memperingati Hari HIV/AIDS sedunia, 1 Desember nanti, Biro Napza dan HIV/AIDS Sulsel menyiapkan sejumlah kegiatan dengan menggandeng sejumlah volunteer (relawan) melakukan aksi peduli di 10 titik jalan di Kota Makassar dan beberapa daerah di Sulsel lainnya.

“Rencana aksi peduli nanti akan melibatkan beberapa volunteer yang akan turun ke jalan termasuk di mal dan fasilitas umumnya. Membagi-bagikan PIN, sticker, brosur, dan media sosialisasi lainnya,” kata Sri Endang. (din)

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5238